Pages

Senin, 25 November 2013

Tetap Kerja Saat Hamil



Kehamilan bagi ibu bekerja tak jarang menimbulkan kekhawatiran tersendiri, karena tugasnya menjadi ganda: menjaga kandungannya dan tetap bekerja dengan kehamilannya selama sembilan bulan ke depan. Dan karena kehamilannya itu juga, ‘mendadak’ ada pilihan yang tak mudah. Bagi sebagian ibu, meski memilih meneruskan bekerja, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri setelah melahirkan. Sedangkan bagi ibu-ibu yang mengalami komplikasi kehamilan atau kehamilannya dirasakan cukup berat, biasanya segera mengundurkan diri dalam waktu tiga bulan. Tentu saja sebagian ibu lainnya bisa melalui proses kehamilan dengan baik selama bekerja, serta kembali bekerja setelah selesai cuti persalinan.

Apapun pilihannya, ada beberapa saran bagi ibu bekerja yang bisa dipertimbangkan, yakni:
  • Segera memberitahu kehamilan Ibu pada perusahaan. Semakin cepat perusahaan dan rekan-rekan kerja tahu, justru dapat memberikan dukungan agar Ibu lebih berhati-hati.
  • Tak jarang kemampuan kerja berkurang dibandingkan sebelum hamil. Bila memungkinkan, diskusikan dengan atasan atau perusahaan agar bisa dipindah ke bagian lain yang lebih ringan beban kerjanya hingga selesai cuti persalinan. Saat ini, banyak jenis pekerjaan yang bisa juga diselesaikan di rumah, atau dikerjakan dengan waku yang lebih fleksibel.
  • Pertimbangkan masak-masak setiap pilihan yang ada. Apakah nantinya tidak akan menyebabkan komplikasi atau masalah tertentu selama hamil dan proses persalinannya kelak?
  • Hamil tidak perlu menghambat pekerjaan di kantor, meski juga tetap harus mempertimbangkan kebaikan untuk diri sendiri, bayi yang kelak akan lahir, dan kepentingan keluarga.
  • Tanyakan waktu cuti, biaya persalinan, dan hak-hak Ibu pada perusahaan. Hal ini biasanya tercantum jelas pada kebijakan perusahaan, sehingga bisa ditanyakan ke bagian sumber daya manusia (SDM) perusahaan.

  • Jenis pekerjaan saat ini banyak yang mengandalkan komputer, sehingga sering menimbulkan masalah tersendiri akibat duduk terlalu lama, seperti tangan yang pegal, sakit pada leher dan bahu, serta punggung, dan mata lelah. Untuk menghindari hal tersebut bagi ibu hamil, maka silakan ikuti saran berikut:
    - Sering beristirahat dan berjalan sebentar dalam ruangan
    - Gunakan bantal kecil sebagai penyangga punggung bagian bawah
    - Tinggikan kaki dengan menginjak penyangga atau bangku kecil
    - Sesuaikan kursi dan perlengkapan komputer agar Ibu merasa nyaman
    Sedangkan untuk mengatasi ketidaknyamanan yang berkaitan dengan kehamilan di tempat kerja, maka silakan ikuti beberapa tips berikut:
    Rasa mual (bisa terjadi setiap saat, tidak hanya pagi hari): 
    • hindari bau atau makanan yang aromanya menganggu
    • mengemil crackers atau makanan lunak lain yang rendah lemak
    • makanlah 5-6 kali sehari, bukan tiga kali sehari
    • minum banyak cairan sepanjang hari
    Rasa lelah (terutama pada awal dan menjelang akhir kehamilan):
    • sering beristirahat dengan berjalan-jalan sebentar, dan kalau bisa tidur sebentar setelah makan siang
    • cepat tidur pada malam hari
    • berolahraga ringan jika memungkinkan, yang akan membantu tubuh lebih berenergi sepanjang hari
    • minum banyak cairan sepanjang hari
    • makan makanan sehat, terutama yang kaya akan zat besi dan protein
    • bersikap santai dan hindari situasi yang menekan.

    Bagaimanapun keadaan yang Ibu rasakan di tempat kerja, tetap dahulukan kesehatan dan keselamatan Ibu dan calon bayi Ibu. Dengan demikian, Ibu diharapkan dapat menyeimbangkan peran sebagai karyawan dan juga sebagai ibu hamil selama masa kehamilan tersebut.
     

    Selasa, 19 November 2013

    Manfaat Senam Hamil




    senam kehamilan












    Pada dasarnya, seorang ibu hamil akan malas bergerak karena ia membawa beban yang teramat berat diperutnya. Padahal bergerak merupakan cara paling bagus untukmelatih otot-otot ataupun saraf yang nanti akan digunakan saat melahirkan. Karena kebiasaan wanita jaman sekarang adalah melakukan kegiatan yang monoton serta jarang gerak, apalagi saat hamil maka para ahli sudah menciptakan senam hamil yang bisa diikuti oleh ibu hamil.
    Program senam hamil yang dirancang para ahli ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan juga bayinya dalam menjaga kondisi badan agar lebih sehat dan nyaman selama kehamilan. Beberapa gerakan senam hamil hampir mirip dengan gerakan yoga, hal ini bisa memberikan ibu hamil beberapa manfaat senam hamil dan yoga yang bisa membantu ibu untuk melahirkan normal.
    Diantaranya gerakan-gerakan itu bisa memperlancar sirkulasi darah serta fleksibilitas otot-otot yang kaku karena gerakan fisik yang terbatas. Juga terjadi peningkatan dalam banyak kondisi fisik pada ibu hamil, diantaranya peningkatan energi, kekuatan, stamina, kebugaran serta control terhadap otot.
    Wanita hamil akan mengalami peningkatan frekuensi kencing, hal ini tentu menganggu jika kita sedang berperjalanan jauh. Dengan senam hamil, maka ibu bisa mengurangi ketidaknyamanan itu karena beberapa gerakan senam itu bisa memperkuat urat ginjal. Begitu juga dengan ketegangan, stress serta depresi dan yang utama karena senam hamil ini prinsipnya adalah menggerakan badan, jadi bisa membantu ibu untuk membuang kalori berlebih dan menjaga berat badan agar tetap seimbang selama kehamilan.
    Lalu selain itu, apa manfaatnya bagi kecantikan dan penampilan? Disanalah enaknya senam hamil karena selain untuk menjaga kesehatan, juga bisa memperkecil kemungkinan stretch mark. Ini merupakan hal yang ditakutkan wanita yang sangat memperhatikan penampilan, namun jika mereka rajin melakukan senam maka stretch mark bukan lagi gangguan.
    Begitu banyak manfaat senam hamil, tetapi ada hal-hal yang harus dihindari saat senam hamil. Jangan melakukan pose yang melengkungkan tubuh terlalu dalam karena ini sangat berbahaya bagi bayi. Jangan pula tegang-tegang karena tegang membuat beberapa saraf menjadi kaku sehingga menimbulkan bisa cedera. Satu hal yang utama yang harus diingat, banyaklah minum biar tidak dehidrasi.