Pages

Bayi


Mengapa Bayi Sering Tidur Gelisah?

Memasuki usia bayi anda tiga bulan sering kali bayi melakukan push up kecil-kecilan seperti mengangkat kepala dan bahunya ketika bayi anda tengkurap. Bahkan sesekali bayi anda berguling-guling, pada dasarnya kemampuan fisik bayi semakin bertambah hingga mampu dan membuat anda memperketat pengawasan anda.
Pengawasan yang anda lakukan tidak saja ketika bayi anda terjaga akan tetapi anda harus melakukannya juga ketika bayi anda tertidur. Pada suatu kondisi tertentu bayi anda mungkin akan mengalami tidur gelisah yang ditandai dengan tidak nyaman dengan posisi tidurnya, bayi cenderung berguling guling, napas tidak teratur dan tubuh cenderung tegang.
Bayi yang mengalami tidur gelisah dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya dikarenakan mengalami perubahan fase tidur yaitu rapid eye movement (REM) bahkan tidur bayi gelisah seringkali terjadi pada usia bayi 6-7 bulan di dalam kandungan.
1. Flu dan BatukPenyebab bayi anda tidur gelisah salah satunya adalah flu dan batuk sehingga menyebabkan kesulitan tidur nyenyak , dalam hitungan menit  bayi anda hanya tidur sebentar saja. Kondisi ini diperparah dengan hidung bayi yang tersumbat atau mengeluarkan cairan sehingga kesulitan bernafas. Bagi anda yang mendapati kondisi seperti ini, maka solusinya adalah dengan mengusahakan agar posisi kepala bayi lebih tinggi dari kaki sedangkan apabila hidungnya tersumbat maka anda dapat menggunakan alat penyedot ingus khusus untuk bayi. Apabila diperlukan anda dapat menggunakan balsem khusus bayi pada bagian dadanya untuk melegakan pernafasan bayi anda.
2. Kolik
3. Haus dan Lapar
Pada umumnya bayi akan gelisah ketika bayi tiduk cukup mendapatkan mendapatkan asupan ASI atau MPASI (bagi bayi yang berusia diatas 6 bulan). Bayi anda seringkali merasakan gelisah tidur disertai dengan kondisi rewel. Solusinya bagi anda sebaiknya berikan makan yang cukup 1-2 jam sebelum tidur pada bayi anda
4. Ruam Popok
Salah satu penyebab bayi anda mengalami tidur gelisah selanjutnya adalah ruam popok, penyebab biasanya seringkali karena kebersihan tidak terjaga atau dikarenakan asupan antibiotik ASI. Dalam kondisi tertentu bakteri yang terdapat di dalam urine akan terurai menjadi amonia sehingga mengalami ruam yang bertambah parah. Kondisi ini akan membuat kualitas tidur bayi anda terganggu. Solusi bagi anda yang mengalami ruam popok maka pertama gantilah popok ketika basah sesering mungkin, hindari menggunakan tisu, keringkan bagian basah dan hindari menggunakan popok yang terlalu kencang.
Dengan demikian anda jangan terburu buru menyimpulkan bahwa bayi sedang berada dalam gangguan kesehatan yang parah karena gangguan tidur bisa saja terjadi pada beberapa kondisi, dimulai pada kondisi yang ringan hingga kondisi yang berat. Untuk dapat mendukung situasi yang berpengaruh terhadap kualitas tidur bayi maka ciptakan suasana yang sejuk, hening dan nyaman. Biasakan pula untuk mematikan lampu dan hanya menggunakan penerangan lampu tidur untuk menghindari bayi tidur gelisah.
Berikut adalah beberapa alasan bayi anda sering gelisah ketika sedang tidur :

Penyebab kedua bayi anda tidur gelisah adalah mengalami kolik yang umum terjadi pada bulan pertama kelahiran bayi anda. Bayi anda cenderung tidur gelisah, menangis kesakitan dan perutnya kembung. Cara untuk mengatasinya adalah dengan menghindari terlebih dahulu makanan yang menimbulkan gas oleh ibu yang memberikan ASI, selain itu konsultasikan dengan ahli kesehatan untuk mendapatkan menu makanan yang tepat dan tidak menggangu pertumbuhan dan perkembangan bayi anda.



Trik Mengatasi Bayi Rewel Ketika Mengenakan Baju




Di usia yang masih terbilang hitungan hari membuat anda cemas, khawatir bahkan hingga mengalami kebingungan apa yang harus dilakukan ketika bayi anda rewel. Terlebih apabila bayi anda rewel ketika melakukan kegiatan sehari-hari. Waktu yang anda butuhkan untuk beradaptasi dalam merawat bayi harus sesegera mungkin dikarenakan apabila usia bayi anda semakin bertambah anda harus segera dapat menyesuaikan dengan perkembangan bayi tersebut. Sehingga bagi anda yang masih kerepotan dalam mengurus bayi dalam kegiatan-kegiatan sederhana seperti ketika mengganti atau memasang baju maka kami akan membantu anda memberikan trik ketika mengatasi bayi yang rewel ketika menggenakan atau melepas baju.

Berikut adalah trik yang dapat anda lakukan ketika mengatasi bayi yang rewel ketika mengenakan baju :

1. Tetap Tenang
Pada umumnya ketika bayi rewel apabila digantikan baju dan tidak suka ketika bajunya dibuka, maka anda tidak perlu panik apalagi anda membuat bayi anda seperti dipaksa. Lakukan dengan tenang dan cepat akan tetapi harus tetap berhati-hati agar tidak melakukai bayi anda.
2. Ajak Berinteraksi
Bayi memang belum memahami betul apa yang anda bicarakan walaupun demikian ajaklah bayi anda untuk berinteraksi sehingga dapat mengalihkan perhatiannya. Anda dapat menyanyikan lagu kesukaan bayi anda sehingga merasa terhibur. Selain itu selingi dengan beberapa pembicaraan misalnya dengan "boleh mama pinjem tangannya nak?" Dengan demikian bayi dan anda terjalin ikatan yang lebih erat.
3. Rajin berlatih
Tidak semua orang tua dapat dengan mudah adaptasi sehingga anda harus banyak berlatih. Pertama kali ketika akan mengganti baju anda dapat mempersiapkan semua perlengkapan bayi anda sehingga lebih mudah dan lebih cepat. Berlatihlah mengganti baju ketika bayi anda di tempat tidur, meja ganti atau ketika sedang dipangkuan sehingga menemukan cara paling nyaman untuk bayi anda.
4. Pilihlah model yang sederhana
Banyak sekali pilihan baju bayi yang lucu-lucu. Kami sarankan untuk bayi yang baru lahir dan masih tampak ringkih maka anda dapat belajar menggunakan pakaian bayi yang praktis dan nyaman. Gunakan baju yang memiliki kancing depan. Pertama baringkan bayi anda kemudian masukan tangan kanan bayi anda ke dalam lengan baju, setelah itu angkat bagian leher dan punggung bayi anda dengan hati-hati  kemudian selipkan bagian belakang baju sehingga mampu menutupi punggung bayi anda.
Selain itu tidak menutup kemungkinan bayi anda menggunakan baju tanpa kancing depan. Pertama baringkan bayi anda kemudian gulung baju di bagian leher selanjutnya regangkan pada bagian lehernya dan dekatkan dengan dagu bayi anda. Selanjutnya anda dapat berhati-hati menggunakan tangan kiri sementara tangan kanan dapat menarik di belakang baju. Anda dapat menurunkan bagian belakang kepala kemudian regangkan bagian tangan baju dan tahap dengan jari bunda sehingga masukan tangan bayi secara perlahan lahan, ulangi pada bagian tangan satunya lagi.Terakhir anda dapat merapikan baju bayi anda.
Itulah trik yang dapat anda gunakan untuk menggenakan baju bayi sehingga tidak rewel dan nyaman bagi bayi anda. Pada bayi yang baru lahir dan tampak ringkih sebaiknya anda memilih baju yang sederhana dan mudah menyerap keringat untuk dikenakan setiap hari oleh bayi anda.

AYO… BACAKAN CERITA UNTUK ANAK
Ayo… Bacakan Cerita Untuk Anak
Semua orang tua di jaman modern ini pasti sudah menyadari bahwa menanamkan kecintaan anak pada buku perlu dilakukan sejak dini. Namun, sedini apa dan bagaimana caranya, tentu masih menjadi pertanyaan di benak sebagian mereka. Ternyata caranya sangat mudah, yaitu mulai bacakan buku cerita pada anak sekarang juga, bahkan sejak si kecil masih di dalam kandungan!.
Membacakan cerita saat si kecil masih di kandungan mungkin terdengar berlebihan, namun hal tersebut merupakan kegiatan paling sederhana yang dapat dilakukan orangtua dalam mempersiapkan anak belajar membaca adalah dengan membacakan cerita dan hal itu bisa dilakukan sejak anak masih dalam kandungan. Ia pun menambahkan jika orangtua mulai membacakan cerita semenjak trimester terakhir kehamilan dan meneruskan kebiasaan itu setelah anak lahir akan mampu membuat mereka menjadi lebih tenang dan nyaman. Sebab suara orangtua ketika membacakan cerita menjadi suara yang sudah biasa didengar sejak anak masih di dalam kandungan
Membacakan cerita pada anak juga dapat membantu mengembangkan kecerdasan emosionalnya. Karena melalui cerita-cerita yang dibacakan, anak diperkenal-kan dengan beragam tipe manusia, perilaku, masalah, dan berbagai pengalaman. Membaca juga memperkaya perbendaharaan kata si kecil yang dapat membantunya mengekspresikan perasaannya. Berbagai konflik, dilema, masalah dalam persahabatan sering kali muncul dalam cerita, hal ini dapat mengajarkan anak strategi untuk memecahkan masalah. Membacakan cerita juga dapat memberinya inspirasi lewat tokoh-tokoh positif  yang dapat menjadi teladannya.
Nah, dengan segala manfaatnya untuk si kecil, ayo bacakan cerita untuknya sekarang juga. Luangkan waktu Anda untuk mengantarnya tidur dengan membacakan satu atau dua cerita pendek. Jangan takut kalau Anda bukanlah pendongeng yang baik. Selamat membacakan cerita...!.























MENGEMBANGKAN KONSEP PEMAHAMAN PADA ANAK







  Setiap orang tua berupaya meningkatkan kecerdasan pada anaknya, namun jarang yang menyadari bahwa kecerdasan sebenarnya mulai dibentuk sejak dini. Perumbuhan otak yang sangat pesat justru terjadi pada awal kehidupan. Itulah sebabnya mengapa orang tua harus memperhatikan hal-hal yang dapat menunjang kecerdasannya seperti kecukupan akan gizi pada makanan yang dibutuhkan. Disamping memberikan gizi yang cukup, stimulasi otak juga penting yaitu dengan mendengarkannya musik atau bernyanyi dan mengajaknya bercakap-cakap. Otak merekam apa yang dapat dicatat dari lingkungannya. Ia mendengar, bereaksi terhadap sentuhan, belajar mengingat dan juga emosi sang ibu dapat mempengaruhinya. Dari sinilah konsep pemahaman mulai diperkenalkan.
            Setelah lahir, lingkungan mengambil alih.  Arus pemandangan, suara, bunyi, bau, sentuhan serta yang paling penting bahasa dan kontak mata adalah faktor-faktor pembentukan otak bayi. Berkaitan dengan hal tersebut melalui peran serta orang tua sangatlah penting dalam mengoptimalkan potensi anak dengan memperkenalkan pemahaman akan konsep dasar yaitu: warna, angka, ukuran, bunyi, bentuk, posisi & arah, bau & rasa, tekstur, gerak, lawan kata, dan waktu. Bayi akan menangkap ide dari konsep itu dan muncullah strategi untuk berpikir dengan merespon secara verbal ataupun non verbal. Orang tua harus menanggapi respon itu mulai dari pengenalan pemahaman konsep dasar kemudian memperkuatnya ke pemahaman pengetahuan dasar. Kemampuan kreatifitas berpikir dalam memahami dunia sekitar secara nyata sangatlah penting apalagi ditunjang dengan program yang komprehensif. Selain itu juga proses menganalisa menjadi terstruktur. Meninjau kembali pengertian belajar sama dengan bermain pada anak usia dini dan pengetahuan tidak ada batasnya maka konsep pemahaman pengetahuan dasar kemudian dikembangkan kepemahaman secara spesifik. Anak diperkenalkan bagaimana menggunakan encyclopedia sehingga tidak ada pertanyaan yang tak terjawabkan. Membentuk hubungan yang erat dan positif serta kebiasaan meng-gunakan referensi dari sejak dini, hasil akhir yang didapatkan adalah riset kompetensi. Sebuah kalimat yang memotivasi orang tua dan anak “Ibu dan Ayah tidak tahu jawabannya , tetapi akan menunjukkan bagaimana mencari jawabannya”. Hanya dengan Family Learning program yang terkordinasi, saling berhubungan dan terintegrasi orang tua akan lebih efektif menjalankan peranannya. (HDN)


Kenapa Susu Sapi Menyebabkan Alergi pada Bayi?

Alergi susu sapi pada anak
Alergi susu sapi
Alergi susu sapi terjadi akibat adanya reaksi imunologi terhadap satu atau lebih protein susu sapi. Laporan angka kejadian alergi susu sapi (ASS) pada bayi sangat bervariasi, 1-17%. Cukup lebarnya rentang prevalensi ASS disebabkan perbedaan populasi yang diteliti dan dan kriteria diagnostik yang digunakan. Dalam rentang 1 tahun, 50% kasus ASS akan membaik, dan 80-90% anak ASS akan menjadi normal dalam 5 tahun. Data di Amerika dikatakan, kecurigaan orangtua adanya kondisi ASS pada anak mereka ternyata 4 kali lebih besar daripada yang sebenarnya.
Apa yang menyebabkan anak menjadi alergi terhadap susu sapi? Susu sapi mengandung 3,3% protein, berupa kasein (80%) dan whey (20%). Protein whey terutama terdiri dari b laktoglobulin dan diduga merupakan alergen utama penyebab terjadinya ASS. Protein ini tidak ditemukan pada ASI. Beta-laktoglobulin dalam susu sapi yang tidak dicerna dalam lambung bayi karena belum matangnya fungsi sistem pencernaan (jumlah dan fungsi asam lambung serta enzim pencernaan), akan diserap oleh dinding usus halus dan masuk ke peredaran darah tubuh. Akibatnya tubuh yang mengenali adanya protein asing akan bereaksi menghasilkan antibodi alergi (immunoglobulin E/ IgE) sehingga muncullah berbagai gejala alergi.
Timbulnya reaksi alergi terhadap protein susu sapi, disebabkan karena karakteristik dari suatu protein. Protein terbuat dari rangkaian asam amino tertentu, yang terikat satu sama lain dengan ikatan peptide. Sedikit perbedaan pada urutan atau ikatan asam amino suatu protein, akan membedakan jenis dan potensi alergi protein tersebut. Penelitian menemukan bahwa protein yang terdiri dari minimal 14 rangkaian asam amino, dapat berpotensi menimbulkan alergi. Selain itu, potensi alergi protein juga ditentukan oleh berat molekul protein itu sendiri. Protein dengan berat molekul lebih dari 3000 Dalton akan mempunyai potensi untuk menstimulasi kondisi alergi.
Tata laksana utama pada alergi adalah penghindaran sumber alergi tersebut. Badan kesehatan dunia-WHO, dan berbagai lembaga persatuan dokter anak di seluruh dunia, merekomendasikan pemberian ASI sebagai upaya pertama dan utama pada pencegahan ASS. Pada kondisi pemberian ASI tidak dimungkinkan, atau alergi yang timbul disebabkan oleh serangkaian protein yang terdapat pada ASI, maka dapat diberikan susu formula khusus. Diagnosis alergi susu sapi hendaknya ditegakkan oleh dokter untuk menghindari pembatasan makanan anak yang sebenarnya tidak perlu.
PDF




Tips Mengganti Cara Minum Susu


Cara minum susu tidak selalu harus menggunakan botol, karena seiring pertumbuhan usia si Kecil ia perlu belajar minum susu dengan gelas. Kebanyakan balita minum susu menggunakan botol dan bagi orangtua, cara ini dianggap cara paling praktis, karena si Kecil bisa minum susu sendiri, sementara orangtua bisa tetap beraktivitas. Semakin lama si Kecil minum susu menggunakan botol, semakin sulit ia berpisah dengan botolnya, terlebih saat ia masuk masa prasekolah. Rekomendasi cara minum susu untuk anak yang mulai disapih sebaiknya tidak menggunakan botol lagi sejak usia 12 bulan.



Ada beberapa alasan mengapa orangtua sebaiknya mengganti cara minum susu dengan menggunakan botol:
1. Cara minum susu menggunakan botol terlalu lama bisa merusak gigi. Balita yang sudah aktif berjalan, biasanya akan membawa kemana-mana botol susunya saat minum susu. Terlalu lama menghisap botol bisa menyebabkan kerusakan gigi anak karena jika botol mengandung cairan bersifat asam, maka ia akan merendam gigi dan meluruhkan kalsium gigi (dekalsifikasi), sehingga gigi anak mudah berlubang.
2. Cara minum susu menggunakan botol cenderung menyebabkan kelebihan minum susu. Balita sebenarnya hanya membutuhkan dua atau tiga kali minum susu sehari. Meskipun susu merupakan sumber nutrisi yang sehat, namun minum susu terlalu banyak akan menyebabkan anak tidak mau makan makanan padat dan menyebabkan peluang mendapatkan asupan zat gizi lainnya dari makanan, misalnya zat besi, menjadi berkurang.
Lepas dari usia satu tahun, anak sudah memiliki kemampuan motorik yang bagus untuk duduk, sehingga dengan cara minum susu menggunakan gelas dan minum susu sendiri dari gelas mendorong mereka untuk meninggalkan botol susu. Usia satu tahun adalah usia di mana anak masih bisa diarahkan, maka di usia inilah kesempatan emas orangtua untuk mengganti kebiasaan cara minum susu menggunakan botol dengan gelas. Jika sulit, orangtua juga sebaiknya tidak memaksakan dengan merebut botolnya begitu saja. Ada cara-cara dan strategi khusus memisahkan anak dengan kebiasaannya minum susu dengan botol.
Persiapannya bisa dilakukan saat bayi memasuki usia 12 bulan, yang dianggap sebagai usia dimana mereka siap mengganti cara minum susu. Di usia ini, mereka lebih tertarik pada situasi di sekitarnya dibandingkan menghisap puting susu ibu atau botol dot.
Ada beberapa tips yang bisa Ibu lakukan:
- Jika si Kecil mendapatkan ASI eksklusif sampai usia 9-12 bulan, jangan kenalkan si Kecil dengan botol sama sekali. Begitu lepas ASI, maka sebaiknya langsung kenalkan si Kecil dengan gelas untuk minum susu.
- Jika si Kecil belum menunjukkan keinginan untuk berhenti menyusu, tetapi Ibu merasa sudah saatnya untuk menyapihnya, maka Ibu bisa melakukannya secara bertahap dengan mulai memperkenalkan sippy cup, atau gelas yang ada pegangan tangan di sampingnya, ketika si Kecil memang sudah ‘siap’. ASI tetap dapat diberikan dengan ASI perah.
- Biarkan bayi kita terbiasa bermain-main dengan gelasnya saat mandi.
- Jangan terbiasa memberikan minuman lain selain susu menggunakan botol, misalnya jus atau teh. Kebiasaan ini hanya akan membuat si Kecil menolak minum selain menggunakan botolnya.

Lakukan Bertahap untuk Mengganti Cara Minum Susu
Langkah sederhana untuk mengganti kebiasaan minum susu menggunakan botol dilakukan selama satu bulan. Caranya, mengurangi memberikan susu menggunakan botol, minimal sekali dalam sehari. Misalnya dalam sehari si Kecil minum susu sebanyak 5 botol, maka satu kali kesempatan gunakan gelas atau ganti dengan snack. Biarkan ia memilih sendiri gelas yang ia sukai di toko, atau ajari ia menghias sendiri gelasnya jika ia sudah memutuskan mau minum susu dengan gelas. Ibu juga bisa menyediakan sedotan lucu yang berwarna-warni.

Untuk anak yang sangat kuat melekat dengan botolnya, pendekatan bertahap mungkin tidak akan berhasil. Sementara penghentian paksa juga bukan langkah yang baik. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Biasakan si Kecil tidak menggunakan botol saat minum susu sebelum “hari besar” tiba. Seminggu sebelum botol benar-benar dilenyapkan, katakan pada si Kecil bahwa ia sudah besar sekarang, saatnya minum susu menggunakan gelas. Saat hari yang ditentukan tiba, buang botol susu dari rumah dan biarkan si Kecil tahu bahwa tidak ada lagi botol di rumah.
- Ajak si Kecil turut serta dalam prosesi pembuangan botol. Jelaskan dengan perlahan dan bahasa sederhana bahwa meskipun ini perubahan yang sulit namun ada banyak keuntungan dengan minum susu menggunakan gelas.
- Berikan hadiah seperti cemilan yang ia suka ketika si Kecil harus melalui hari-hari pertama minum susu tanpa botol.
- Saat si Kecil merindukan minum susu dengan botolnya, berikan segelas air putih atau jus kesukaannya.
Tidak semua strategi akan berhasil. Sebagian orang tua maupun si Kecil akan berakhir dengan deraian air mata. Namun sebagai orang tua, satu hal yang pasti bahwa ketika kita sudah memutuskan sesuatu dan tidak goyah, maka akan selalu ada hasil yang didapatkan. Selamat mencoba mengganti cara minum susu si Kecil dengan gelas!




Mengapa si Kecil Berbohong?


Si Kecil pasti pernah berbohong, dan Ibu tentu saja kaget ketika mengetahui hal ini. Tahukah Ibu bahwa berbohong merupakan bagian dari perkembangan si Kecil?
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab si Kecil berbohong, diantaranya menutupi sesuatu hal untuk menghindari hukuman yang mungkin akan diterimanya, bereksperimen untuk mengetahui respons dan reaksi Ayah atau Ibu jika dia berbohong, atau untuk menarik perhatian.
‘Keterampilan’ berbohong ini biasanya mulai muncul di usia 3 tahun. Bagaimana mengantisipasinya? Tetap tenang, jangan langsung memarahi si Kecil. Anggap itu sebagai suatu hal yang lucu, tanggapi dengan canda dan arahkan secara halus mengenai pentingnya kejujuran. Katakan pada si Kecil bahwa Ibu dan Ayah akan sangat senang dan bangga jika si Kecil mengatakan yang sebenarnya terjadi. Sebaliknya, katakan bahwa Ibu dan Ayah akan merasa sedih dan sangat kecewa jika si Kecil berbohong.
Anak-anak memang senang ‘mengarang’. Permainan berpura-pura dan berimajinasi sebetulnya merupakan bagian penting dari perkembangan si Kecil. Ini wajar terjadi pada usia kurang dari 4 tahun. Ketika usianya menginjak 4 tahun, Ibu dan Ayah harus sudah mulai menanamkan pentingnya kejujuran pada si Kecil, menanamkan pemahaman mengenai apa yang benar dan apa yang tidak benar.
Jika si Kecil ketahuan beberapa kali berbohong, jangan pernah menyebutnya pembohong karena dapat memberikan dampak negatif terhadap rasa percaya dirinya atau bahkan lebih menjerumuskan si Kecil untuk terus berbohong. Katakan pada si Kecil bahwa berbohong tidak diperbolehkan karena bukan merupakan hal yang baik dan jika saat ini berbohong mungkin di waktu yang akan datang, Ibu dan Ayah tidak akan percaya lagi kepadanya.
Jika Ibu berharap si Kecil untuk bersikap jujur, maka ketika suatu waktu si Kecil mengakui bahwa dia misalnya telah memecahkan vas bunga kesayangan Ibu, maka jangan menanggapinya dengan emosi dan memarahinya. Hargai kejujurannya, jangan menghukumnya karena telah memecahkan vas bunga kesayangan Ibu. Katakan bahwa apapun kesalahan yang telah dilakukannya, Ibu tetap menyayanginya.
Last but not least, hargai pemikiran kreatif/imajinatif si Kecil dengan mengatakan bahwa Ibu memahami pemikirannya. “Ibu mengerti kalau menurut kakak yang menumpahkan susu adalah si meong. Tapi coba deh ceritakan pada Ibu sejujurnya apa yang terjadi. Ibu tidak akan marah”. Hal ini akan membantu si Kecil memahami bahwa kejujuran itu tidak akan menyakitkan/merugikan. Si Kecil tidak perlu berbohong karena Ibu akan tetap menyayanginya apapun yang dikatakannya.


Penyakit Pertama Si Buah Hati



  

Di tahun pertama, bayi normal umumnya sehat-sehat saja. Kalaupun ia sakit, hampir semua penyakitnya lazim dialami bayi pada masa itu, misalnya alergi, batuk, pilek, infeksi telinga, atau ruam popok. Sakit pertama yang diderita bayi biasanya membuat orang tua cemas. Mengenali gejala penyakit sangat membantu memutuskan tindakan yang tepat pada waktu yang tepat. Semoga informasi berikut dapat membantu Anda mengenali penyakit si kecil. 
1. Batuk-Pilek

Gejala : Hidung berair, kadang tersumbat, lalu diikuti batuk dan demam. Penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun.

Perawatan : Bila sangat mendesak (misalnya bayi tidak dapat bernapas), beri obat tetes hidung 1-2 tetes di setiap lubang hidung. Lalu keluarkan lendir dengan \'bola penyedot\'. Bila lendir sudah mengeras, Anda bisa memakai obat tetes hidung untuk melunakkannya. Saat bayi tidur, posisikan kepala lebih tinggi dari badan, atau telungkupkan badannya. Untuk mengurangi penyumbatan hidung, jauhkan bayi sementara dari ruangan ber-AC.

Durasi : 2-3 hari. Jika batuk berlangsung lebih dari 3 hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

2. Infeksi Telinga

Gejala : jika infeksi sudah sampai di telinga bagian tengah, bayi akan merasa nyeri, terutama di malam hari sehingga menjadi rewel. Bayi juga akan mengalami demam ringan atau sangat tinggi, letih, dan mudah marah. Telinganya mungkin mengeluarkan bau tak sedap.

Perawatan : Jangan mencoba merawat sendiri. Segera bawa ke dokter dan gunakan obat tetes telinga jika diresepkan, secara teratur.

Durasi : 2-3 hari

3. Diare

Gejala : Muntah, tanpa atau disertai demam. Tinja encer dengan frekuensi pengeluaran lebih dari 3 kali sehari.

Perawatan : Tingkatkan pemberian ASI. ASI mengandung bahan yang mampu membunuh mikroorganisme penyebab diare. Jika bayi sudah diberi makanan selain ASI, ubah pola makannya dengan mengurangi makanan padat atau susu formula. Jika ingin memberi obat anti diare, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter.

Durasi : 2-3 hari. Diare yang parah (frekuensi lebih dari 3 kali) sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar tubuh bayi tidak kekurangan cairan.

4. Batuk Disertai Sesak Napas

Gejala : Susah bernapas, terdengar suara mendecit dan batuk terus menerus dan kadang disertai demam.

Perawatan : Untuk melegakan pernapasan bayi, gunakan uap air hangat. Jika memungkinkan, ajak bayi berjalan-jalan ke luar rumah. Jika sesak napas tak berkurang 20 menit setelah diberi pertolongan, bawalah bayi ke dokter.

Durasi : 2 hari.

5. Muntah

Gejala : Bayi mengeluarkan kembali susu yang diminumnya.

Perawatan : Sendawakan bayi, ubah posisi tidurnya agar perut tidak tertekan. Jika bayi sering muntah atau terlihat membiru, bawa segera ke dokter.

Durasi : 1 hari.

6. Sakit Tenggorokan

Gejala : sukar menelan, kadang disertai demam ringan.

Perawatan : Jika bayi sudah mulai deberi makanan pendamping ASI, beri ia makanan dan minuman yang bersifat mendinginkan, misalnya jus buah, sayur bening. Pastikan bukan makanan atau minuman yang asam.

Durasi : 2 hari.

7. Alergi

Gejala : Tergantung bagian tubuh atau sistem tubuh bayi yang meradang karena sensitivitas yang tinggi. Jadi bisa saja berupa bercak kemerahan, bintik-bintik, dan sebagainya.

Perawatan : Singkirkan faktor penyebab alergi. Tanyakan pada dokter kemungkinan untuk memanipulasi lingkungan bayi, yaitu menggunakan bahan penyebab alergi pada bayi dan dosisnya diperbesar secara bertahap sehingga bayi tidak sensitif lagi.

Durasi : 2-3 hari

8. Sembelit

Gejala : jarang buang air besar, tinja keras, dan sulit dikeluarkan. Kadang tinja disertai dengan darah. Bayi rewel karena merasa tak enak pada perutnya.

Perawatan : Lakukan perubahan pola makan. Kurangi konsumsi makanan padat dan perbanyak asupan cairan. Jika usia bayi di atas 6 bulan, mulailah memberikan sayuran.

Durasi : 3 hari

9. Infeksi Saluran Kemih

Gejala : Panas tinggi, saat buang air kecil bayi menangis atau mengejan. Jumlah air seni sedikit, tapi pengeluaran sering.

Perawatan : Tambahkan volume minum bayi. Jika bayi masih mendapatkan ASI eksklusif, tingkatkan frekuensi menyusu.

Durasi : 2 hari.

10. Ruam Popok

Gejala : kulit kasar, terdapat lingkaran di sekeliling popok seperti luka kecil.

Perawatan : Pastikan kulit bayi selalu dalam keadaan bersih dan kering. Kalau perlu, oleskan salep antijamur.

Durasi : 2-3 hari.

Bagaimana Mengoptimalkan Kecerdasan Balita pada Masa Golden Years?PDFCetakE-mail

www.balita-anda.com-baby_facePada masa golden years pembentukan sistem saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada masa ini terjadi hubungan antara sel-sel sraf tersebut. Kuantitas dan kualitas sambungan ini menentukan kecerdasan balita.
Pada masa ini perkembangan otak terjadi secara keseluruhan pada keempat bagian otak, termasuk pada masing-masing belahan otak. Belahan otak inilah yang akan menyimpan kemampuan-kemampuan anak yang berbeda, yakni pada belahan otak kanan maupun kiri.
Otak kiri berhubungan dengan tangan, kaki dan tubuh sebelah kanan. Otak kiri terutama mengendalikan aktivitas yang bersifat: teratur, berurutan, rinci, sistematis, misalnya : membaca, menulis, menghitung.
Sedangkan otak kanan berhubungan dengan tangan, kaki dan tubuh sebelah kiri. Otak kanan terutama mengendalikan aktivitas yang bersifat : berfikir divergen (meluas), imajinasi, ide-ide, kreativitas, emosi, musik, spiritual., intuisi, abstrak, bebas, simultan.
Oleh karena itu, jika kita menginginkan anak dengan kecerdasan multipel latihlah kedua tangan, kaki, mata, telinga kanan dan kiri sama seringnya setiap hari, terutama sampai umur 3 tahun, agar otak kanan dan kiri berkembang optimal.
Kalau hanya melatih tangan kanan, maka fungsi otak kanan tidak berkembang optimal, sehingga anak tidak trampil berfikir divergen (meluas), rendah daya imajinasinya, kurang kreatif, kurang mampu kendalikan emosi, kurang berjiwa seni, spiritual, intuisi dan abstrak.
Anak yang kidal, latihlah ia menggunakan kedua tangan dan kakinya sama seringnya. Jangan paksakan ia menggunakan tangan kanan saja, karena otak fungsi otak kanannya akan kurang berkembang. 
Adapun tahapan perkembangan kemampuan balita usia 1 hingga 3 tahun diantaranya adalah:
  • Usia 13-15 bulan balita sudah berminat pada gambar, mengambil mainan sendiri, berjalan sendiri, berceloteh dan mampu meniru kegiatan orang lain.
  • Usia 16-18 bulan balita sudah mengicapkan kata-kata yang lebih banyak, dapat menemukan maianan yang disembunyikan, dan mengerti fungsi benda.
  • Usia 19-24 bulan, balita sudah memehami konsep sederhana bentuk benda seperti segitiga dan persegi, menyebut nama senbdiri serta mengucapkan satu kaliam
  • Usia 2-3 tahun, balita biasnya sudah dapat mencocokkan bentuk,membangun dan menghbungkan balok, berpakian sendiri dan semakin memahami kata-kata orang lain.
Kemampuan ini harus dioptimalkan dengan cara stimulai. Stimulasi akan mempengaruhi pertumbuhan sinaps (proses sinaptogenesis), yang membutuhkan banyak sialic acid untuk membentuk gangliosida. Ini penting untuk kecepatan proses pembelajaran dan memori.
Kebutuhan stimulasi bermain meliputi berbagai permainan yang merangsang semua indera (pendengaran, penglihatan, sentuhan, membau, mengecap), merangsang gerakan kasar dan halus, berkomunikasi, emosi-sosial, kemandirian, berpikir dan berkreasi. Kebutuhan stimulasi bermain sejak dini akan besar pengaruhnya pada berbagai kecerdasan anak (multipel inteligen).
Selain stimulasi, yang juga penting adalah faktor nutrisi. Dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang sejak di dalam kandungan sampai umur 3 tahun, akan semakin banyak jumlah sel-sel otak bayi, semakin bagus kualitas percabangan sel-sel otak, dan semakin bagus fungsi hubungan sinaps antara sel-sel otak bayi dan balita.
Salah satu nutrtisi yang penting bagi perekembangan otak adalah Asam amino. Asam Amino akan membentuk struktur otak dan zat penghantar rangsang (zat neurotransmitter) pada sambungan sel syaraf.
Tyrosine dan Triyptophane merupakan asam amino penting, karena sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter katekolamin dan serotonin yang mempengaruhi pengendalian diri, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi dan perilaku anak. Vitamin B6 penting untuk enzim otak. Kekurangan zat besi dan yodium akan menyebabkan rendahnya kecerdasan. Seng dibutuhkan untuk pembelahan dan kemampuan membran sel-sel otak.

Yuk, Pijat Bayi Bunda!




Proses kelahiran bisa menjadi pengalaman traumatik bagi bayi. Salah satunya karena bayi harus meninggalkan rahim yang sangat aman dan nyaman baginya. Perasaan aman dan nyaman ini dapat kembali muncul dengan adanya sentuhan atau pijatan dari Bunda yang populer dengan sebutan pijat bayi. Mari kita kenal lebih dekat dengan pijat bayi!

Seni memijat telah dipraktekkan hampir di seluruh dunia dan terbukti sangat bermanfaat untuk bayi. Sentuhan dan pijatan yang tepat khususnya dari Bunda dapat membantu tumbuh kembang dan memberikan pengaruh positif pada bayi. Meningkatnya berat badan adalah salah satu manfaat pijat bayi. Selain itu bila dilakukan dengan tepat pijat bayi dapat menambah daya tahan tubuh, sehingga bayi tidak mudah sakit. Manfaat lainnya si kecil dapat tidur lebih lelap dan tenang serta ikatan kasih sayang antara Bunda dan dirinya akan semakin erat.

Pijat bayi boleh dilakukan pada bayi baru lahir, bahkan bisa dilakukan setiap hari hingga usia 6-7 bulan. Sebaiknya pijatan dilakukan pada pagi hari sebelum mandi atau pada malam hari di saat si kecil siap tidur.
 
Apa yang perlu disiapkan?
Sebelum memijat bayi cuci tangan dengan sabun hingga bersih. Lepaskan segala perhiasan yang bisa melukainya. Pastikan bayi tidak dalam keadaan lapar. Siapkan baby oil atau lotion bayi untuk memijat. Siapkan juga handuk, popok, baju ganti, dan minyak telon. Berikan pijatan sekitar 15 menit. 

Siap dipijat
Sebelum memijat mintalah ijin padanya. Katakan, “Bunda pijit Dede dulu ya!” . Selama melakukan pijatan pandanglah ia. Tatap matanya supaya bayi bisa merasakan kasih sayang Bunda. Bunda bisa bernyanyi atau memutar lagu lembut. Mulailah dengan mengusap tubuh bayi dan perlahan tambahkan sedikit tekanannya. Lihat reaksi si kecil. Bila ia menangis atau terlihat tidak nyaman, hentikanlah. Mungkin memang si kecil sedang tidak ingin dipijat.

Berikut tehnik-tehnik memijat yang bisa Bunda lakukan:
-  Mulailah pijatan dari kaki hingga kepala. Lakukan tehnik memeras, memutar atau seperti memerah susu. Lakukan gerakan dari atas ke bawah. Tehnik ini bisa dilakukan juga untuk bagian tangan.
-  Urut telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari Bunda. Urut dari tumit menuju ke jari. Bisa juga membuat gerakan memutar membentuk lingkaran-lingkaran kecil.
-  Rapatkan kaki dan urut paha bayi dari atas ke bawah.
-  Memijat perut dapat membantu mengeluarkan gas di perut bayi. Pijatlah dengan gerakan ILU; Pijat perut bayi dari atas ke bawah membentuk huruf I, lalu bentuklah huruf L terbalik dan terakhir bentuklah huruf U dimulai dari kanan bawah lalu ke atas kemudian berakhir di kiri bawah perut.
-  Pijat dada bayi dengan tehnik memutar.
-  Untuk memijat punggung gerakan pijatan naik turun atau seperti membentuk lingkaran-lingkaran kecil.
-  Bunda boleh melakukan pijatan pada wajah dan kepala bayi. Hati-hati jangan sampai mata si kecil terkena minyak atau lotion.  

Infobunda : http://www.infobunda.com/artikel/472-Yuk-Pijat-Bayi-Bunda.html#ixzz2ibMxU3bZ

Jangan Panik Bila Bayi Anda Gumoh!

 
Gumoh berbeda dengan muntah, karena gumoh adalah, keluarnya makanan tanpa didahului rasa mual pada bayi. Gumoh ini normal dialami sebagian besar bayi pada usia 0 – 12 bulan.

Apa penyebab terjadinya gumoh?

1. Dikarenakan posisi lambung bayi berada diposisi agak mendatar, berbeda dengan anak yang lebih besar atau bahkan orang dewasa.
2. Fungsi penutup mulut lambung bayi dan saluran cerna atas nya belum sempurna bekerja.

Secara umum, gumoh mulai berkurang saat usia bayi 6 bulan, karena letak dan fungsi lambungnya berangsur membaik dan sempurnah. Tapi, ada beberapa jenis gumoh yang harus di konsultasikan dengan dokter anak anda, sbb:
1. bila bayi anda gumoh 4 – 5 kali dalam kurun waktu 24jam.
2. Bayi anda masih gumoh walau usianya sudah diatas 12 bulan.
3. Berat badannya tidak sesuai kurva pertumbuhan anak normal.
Bila ke 3 hal diatas terjadi, maka anda wajib memeriksakannya ke DSA.

Jangan Panik!
Anda harus mengetahui cara mengatasi gumoh. Berikut ini tipsnya:
1. Saat menyusui, susui bayi anda dengan 1 payudara sampai ia kenyang. Susui di sisi lain pada kesempatan selanjutnya.
2. Selalu sendawakan bayi anda setelah disusui, dengan menggendongnya menghadap dada bunda dan berikan tepukan ringan di punggungnya sampai ia terdengar bersendawa.
3. Setelah menyusu, gendong bayi anda dengan posisi kepala lebih tinggi dari kakinya, ya kurang lebih 30 – 40 derajat.
4. Jangan mengayun2 bayi anda sesaat setelah ia minum susu ;)


Menu Makanan Anak


Memasak Makanan Anak Menggunakan Slow Cooker


Berikut ini kami akan share beberapa resep membuat kaldu untuk makanan Anak anda dengan menggunakan SLOW COOKER.

KALDU AYAM
Tulang ayam bagian punggung / ceker ayam
2L Air
2 siung bawang putih, di geprek
¼ bawang Bombay cincang kasar
2 lembar Daun salam
2 cm Jahe, di geprek
Cara membuatnya :
Masukan semua bahan ke dalam slow cooker min 3 jam, setelah dingin di saring.

KALDU SAYURAN
1 buah wortel ukuran besar, di bagi 2
1 buah bawang Bombay, bagi 4
2 siung bawang putih, di geprek
1 batang daun bawang
1 batang seledri beserta daunnya
Air
Cara membuatnya :
Masukan semua bahan ke dalam slow cooker, masak selama min. 3 jam. Setelah dingin, di saring.

KALDU IKAN / UDANG
500 gram kepala ikan / tulang ikan / udang
2 siung bawang putih, di geprek
2 butir cengkeh
½ buah bawang Bombay
2 cm jahe di geprek
2 lembar Daun salam
Cara membuatnya:
Cuci bersih kepala / tulang ikan lumuri dengan jeruk nipis kemudian cuci kembali sampau bersih.
Jika menggunakan udang, setelah di bersihkan sangai udang sampai setengah kering kemudian baru masukan semua bahan lalu pindahkan  ke slow cooker dan masak selama 3 jam sampai di dapat  kaldu yang enak. Setelah matang kemudian baru di saring.

Tips :
  • Daun salam, jahe dan bawang-bawangan sudah bisa diberikan kepada bayi berumur 6 bulan. Ini menambh aroma dan rasa yang enak pada kaldu
  • Kaldu yang sudah dingin bisa kita bagi-bagi menjadi beberapa bagian dan kemudian kita bekukan di dalam lemari es.
  • Kita bisa menggunakan cetakan es batu, cubes atau plastic.
  • Kaldu yang di simpan di lemari es bisa tahan 3 hari, tetapi di freezer bisa tahan 6 bulan.
  • Sebaiknya kita membuat kaldu dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, cukup untuk seminggu agar kesegarannya selalu terjaga.

Tips Menenangkan Bayi


Tips simple Menenangkan Bayi.

Jangan panik bila bayi anda mendadak rewel, menangis tanpa sebab. Kalau anda panik, dijamin bayi anda akan semakin rewel.

Nah, berikut ini tips menenangkan bayi yang bisa anda lakukan. Semoga saja tips ini bisa berguna bagi anda yang baru memilki bayi.

Ada 4tips simple yang bisa anda lakukan, sebagi berikut:
1. Dekapan
Bayi yang sedang menangis biasanya langsung diam saat anda mendekapnya. Karena, salah satu alat komunikasi bayi adalah nalurinya. Selain itu, dekapan juga memberikan rasa nyaman pada bayi.

2. Bernyanyi
Ini adalah cara paling klasik untuk menenangkan bayi, karena suara seorang ibu merupakan suara yang sangat menyenangkan yang didengar oleh bayi. Saat anda bernyanyi lakukan dengan sedikit mengayun-ngayun bayi anda dan tetap menjaga suara anda tetap lembut.

3. Pijatan Lembut
Pijatan lembut pada bayi banyak manfaatnya. Pijatan lembut bisa mengembangkan koordinasi otot, bisa juga meringankan masalah pencernaan dan paru-parunya yang akhirnya bisa menenangkan bayi. Selain itu, pijatan lembut yang di lakukan oleh orang tua, mampu meningkatkan kontak fisik dengan si bayi. Anda bisa mencari tau cara memijat baik yang benar melalui buku-buku yang beredar atau mengikuti pelatihan pijat bayi.

4. Memijat atau Mengusap Dahinya dengan Lembut
Pijat atau usap secara lembut dahi bayi anda karena ini bisa membuatnya rileks.

Jurus Ampuh Tingkatkan Kekebalan Bayi

 anggota baru mungil dalam keluarga membawa kebahagiaan tersendiri, namun kekhawatiran tentang kesehatannya juga mengikuti. Bisa dikatakan, menjadi orang tua akan lebih mudah jika bayi dapat selalu sehat. Sayangnya, tidak ada cara yang ampuh untuk menjaga bayi kita tetap sehat dan bebas penyakit, tetapi terdapat berbagai macam cara untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit pada bayi.
Sistem kekebalan tubuh adalah hal yang menakjubkan. Tugas dari sistem kekebalan tubuh adalah mengenali semua benda atau zat asing yang masuk ke tubuh, menentukan apakah benda atau zat tersebut baik atau buruk bagi tubuh, dan memberikan respons yang sesuai. Demikianlah cara kekebalan tubuh mencegah kita sakit.
Kita menyadari bahwa sistem kekebalan tubuh bayi belum matang sebagaimana sistem kekebalan pada orang dewasa. Namun, Anda dapat cukup lega karena sebenarnya bayi lebih terlindungi dari yang kita sadari. Perlindungan tersebut berasal dari kekebalan tubuh yang diberikan Ibu melalui plasenta ketika masih di dalam kandungan. Sayangnya kekebalan tubuh yang diberikan Ibu tersebut hanya berlangsung beberapa bulan seiring dengan bertumbuhnya kekebalan dari bayi sendiri. Untuk itulah mengapa ASI dibutuhkan guna menjaga keberlangsungan kekebalan dari Ibu ke bayi dan membangun kekebalan dari bayi sendiri.
Jadi, bagaimana kekebalan bayi dapat ditingkatkan? Berikut jurus ampuh bagi Ibu untuk meningkatkan kekebalan pendekar kecil kita:











  • Berikan ASI. Berikan ASI ekslusif sedikitnya selama 6 bulan. Pemberian ASI tidak hanya mengurangi risiko bayi tertular penyakit, tetapi sistem kekebalan tubuhnya menjadi lebih baik dalam mengantisipasi pemberian vaksinasi.
  • Hindari paparan bahan-bahan kimiawi. Pertumbuhan bayi sangat dipengaruhi oleh keseimbangan bahan kimiawi dalam tubuh. Bahan-bahan kimiawi dari luar yang dapat mempengaruhi pertumbuhan antara lain karbon dioksida dan monoksida dari polusi, logam-logam berat seperti merkuri, timbal, dan sejenisnya, serta masih banyak lagi. Paparan bahan kimiawi yang berlebihan akan mengakibatkan gangguan keseimbangan tersebut.
  • Probiotik. Probiotik adalah bakteri-bakteri yang hidup di usus dan berperan penting dalam mengatur perkembangan sistem kekebalan usus. Penggunaan antibiotik untuk anak pada usia dini sangat mengganggu pertumbuhan bakteri normal usus, sehingga bayi menjadi rentan sakit hingga dewasa.
  • Tingkatkan waktu istirahat. Penelitian pada orang dewasa menunjukkan kurang istirahat menyebabkan penurunan kekebalan tubuh; hal yang sama juga berlaku pada bayi. Bayi baru lahir membutuhkan waktu istirahat sedikitnya 18 jam sehari, balita 12-13 jam sehari, dan anak-anak 10 jam sehari. Jika bayi sulit tidur di siang hari, maka diupayakan agar bayi dapat tidur lebih awal di malam hari.
  • Berolahraga bersama keluarga. Berolahraga meningkatkan kekebalan tubuh. Olahraga dapat berbentuk jalan pagi bersama sebelum memulai aktivitas atau berenang di akhir pekan. Aktivitas berolahraga bersama selain meningkatkan kekebalan juga meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak.
  • Pola makan sehat bagi bayi. Bayi yang cukup usia untuk memperoleh makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan makanan yang banyak mengandung nutrisi, seperti Omega-3 yang berperan penting dalam pembentukan kekebalan, vitamin dan mineral sebagai bahan pembangun kekebalan, serta protein dan karbohidrat sebagai sumber energi.


  • Untuk keterangan lebih lanjut, Ibu dapat berdiskusi dengan dokter atau bidan.

      

    Bayi 5 Bulan, Masa Transisi Kepandaian dan Perilakunya

     bayi usia lima bulan sering membuat Ibu kagum. Pada usia inilah, si Kecil mengalami masa transisi. Ia mulai meniru suara-suara yang didengarnya, meski yang terdengar hanya decakan dan gumaman yang berulang-ulang. Itu adalah awal meningkatnya kemampuan bahasanya. Si Kecil mulai berbicara menggunakan lidah dan bibirnya. Ibu sudah bisa membedakan suara-suaranya, seperti saat ia lapar atau sedang pup. Selain mulai mengoceh tak jelas dengan bergumam, si Kecil bisa mulai tertawa setiap kali melihat gerakan-gerakan yang bisa membuatnya tertawa.
    Kemampuan perilakunya juga semakin meningkat. Si Kecil mulai bisa merayap, berguling, yang tentunya akan membuat Ibu harus ekstra hati-hati menjaganya. Ia juga mulai belajar duduk tegak lebih lama, menarik benda, dan sebagainya. Kemampuan lain yang juga meningkat adalah motoriknya, lama waktu tidurnya, pengenalan warna, dan kemampuan berkomunikasi, seperti penjabaran berikut ini.
    Kepandaian motorik
    - Bayi lima bulan sudah mampu duduk tegak agak lebih lama, meski tanpa bantuan bantal sebagai penyangga.
    - Si Kecil sudah mampu berguling tengkurap. Coba Ibu perhatikan, kakinya akan bergerak-gerak seolah-olah hendak berlari. Ia pun bisa merayap perlahan-lahan. Jangan tinggalkan si Kecil sendirian pada saat tengkurap. Baringkan di tengah-tengah tempat tidur dan beri tumpukan penahan di tepi untuk menjaganya agar jangan terjatuh.
    - Genggaman si Kecil juga semakin kuat, sehingga bisa menarik benda dan memegangnya dengan baik. Ibu bisa mulai membiasakan si Kecil memegang botol, gelas plastik, atau mainan tanpa mudah terlepas.
    Punya jam tidur
    Memasuki usia lima bulan, si Kecil sudah bisa dibiasakan memiliki jam tidur ‘teratur’ sepanjang pagi hingga siang hari. Kebanyakan bayi tidur pagi hari dan sekali setelah makan siang. Ibu bisa memandikannya dengan air hangat sebelum waktu tidur. Dilanjutkan dengan membuainya dalam gendongan sambil menyanyikan lagu ataupun membacakan cerita pengantar tidur. Biasanya si Kecil akan mudah tertidur pulas.
    Namun, bisa juga Ibu membiasakan diri menidurkan si Kecil dalam boksnya, atau tempat tidur lain, sambil menepuk-nepuk bokongnya. Cara ini akan mengajarkan si Kecil merasa nyaman sendiri untuk tidur, tidak tergantung pada orang yang menggendongnya.
    Kemampuan mengenal warna
    Kemampuan melihat bayi lima bulan semakin meningkat. Meski belum mampu melihat sempurna, namun sudah bisa melihat jarak dan kedua matanya bisa fokus bersamaan. Si Kecil juga mulai bisa membedakan dua macam warna, meski masih lebih menyukai warna-warna dasar, seperti merah, biru, dan kuning.
    Mampu berkomunikasi
    Si Kecil mulai mengoceh pada usia lima bulan. Suaranya yang terdengar jelas lebih sering mengucap ‘ma’ma’, ‘ba-ba’, atau ‘da-da’, yang belum menunjukkan makna tertentu. Ibu harus menunggu beberapa bulan lagi hingga si Kecil benar-benar bisa menyebut ‘ma-ma’ yang benar-benar ditujukan bagi Ibu.
    Si Kecil juga mulai bisa memahami suara-suara yang didengarnya, misalnya gonggongan anjing atau suara mobil yang keras. Kepalanya bisa menoleh ke arah suara-suara tersebut, termasuk bila ada yang memanggil namanya.
    Ajaklah si Kecil bermain sesuai peningkatan kepandaiannya untuk merangsang kemampuannya. Berikan mainan sederhana dengan warna-warna mencolok, sambil didengarkan lagu-lagu dari segala jenis musik. Si Kecil mungkin akan bertepuk tangan, tersenyum, bahkan mungkin bergumam.

    Tindakan Pencegahan Pada Bayi Alergi

    Cara Mencegah Bayi Yang AlergiSiapa bilang bayi tidak bisa terkena alergi? walaupun bayi sudah di berikan vaksinasi dan juga imunisasi, alergi pada bayi biasanya berupa alergi pada susu, alergi pada kain, dan banyak lagi bentuk alergi yang sering di derita bayi, yang tentunya sangat mempengaruhi kesehatan bayi itu sendiri.
    Pada kenyataannya alergi bisa dialami manusia sejak masih bayi. Bayi berisiko terkena alergi mencapai 15 persen. Oleh sebab itu sangat penting dilakukan pencegahan sedini mungkin bahkan sejak bayi masih dalam kandungan.
    Seorang anak berisiko tinggi menderita alergi bila lahir dari keluarga yang memiliki riwayat alergi, baik dari salah satu maupun kedua orang tuanya.
    Tindakan pencegahan harus dilakukan sedini mungkin pada bayi yang berisiko menderita alergi. Bahkan pencegahan primer sebelum bayi lahir sangat penting dilakukan.
    Ahli Pneumonolgy dan Allergology dari Jerman, Prof. Urlich Whan menegaskan agar ibu hamil terutama yang memiliki riwayat alergi sebaiknya menghindari paparan asap rokok karena dapat merusak barier di plasenta.
    Menurut Dr Zakiudin Munir, Sp.A(K), paparan asap rokok bisa mengakibatkan terganggunya pertumbuhan paru pada janin sehingga anak berisiko terkena asma nantinya. Selain itu, zat-zat dalam rokok juga dapat memicu alergi akibat terangsangnya sitokin-sitokin dalam tubuh.
    Meskipun memiliki alergi calon ibu dilarang melakukan pantang makanan guna mencegah timbulnya alergi pada bayi. Ulrich menegaskan bahwa larangan berpantang makanan ketika hamil dikarenakan dapat mengganggu pertumbuhan janin.
    Setelah bayi lahir, sebaiknya berikan ASI eksklusif untuk meningkatkan imunitas bayi. Seperti yang telah diketahui bahwa ASI memiliki kandungan protein yang berasal dari ibu sendiri sehingga tidak akan ditolak tubuh bayi.
    Pada ibu menyusui berpantang makanan penyebab alergi baru dilakukan bila bayi sudah menunjukkan gejala alergi.
    Ibu tidak perlu berpantang  makanan bila bayi tidak menunjukkan adanya gejala alergi. Hal ini bertujuan agar ASI yang di produksi bermutu bagus.
    Bagi bayi yang tidak bisa memperoleh asupan ASI maka bisa diberikan susu terhidrolisis parsial atau susu dengan protein yang sudah di hidrolisis guna mencegah risiko alergi.
    Susu yang terhidrolisis parsial akan membantu tubuh mengenali protein dalam susu tetapi tidak mencetuskan alergi.

    Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

    Cara Mengatasi Biang Keringat Pada BayiSalah satu penyakit kulit yang sering dialami bayi adalah biang keringat. Meskipun tidak berbahaya tapi biang keringat akan cukup mengganggu karena  rasa gatal biasanya membuat bayi menjadi rewel.
    Biang keringat sering dialami pada orang tinggal di daerah tropis. Gangguan biang keringat biasanya muncul pada saat udara agak hangat, pengap dan lembab.
    Biang keringat disebabkan oleh penyumbatan pada saluran kelenjar keringat. Tumpukan keringat tersumbat inilah yang kemudian mengangkat kulit (yang merupakan ujung dari saluran keringat), dan akhirnya membentuk lepuh kecil pada permukaan kulit. Namun, kadang-kadang juga muncul ruam merah dengan lepuhan kecil.
    Biang keringat dapat dicegah dengan menghindari gangguan penguapan keringat pada kulit bayi seperti:
    • Pilih pakaian yang tepat untuk bayi, kain terbuat dari katun yang bisa menyerap keringat.
    • Perhatikan sirkulasi udara di kamar bayi. Cobalah udara bebas dapat mengalir dalam ruang, baik melalui lubang udara atau jendela. Lebih baik jika anda memasang sebuah AC di ruang.
    • Mandikan bayi Anda secara teratur setiap pagi dan sore.
    • Mengganti pakaian bayi anda jika basah atau lembab karena keringat.
    Beberapa hal berikut dapat dilakukan untuk mengatasi biang keringat yang mempengaruhi bayi Anda:
    • Periksa kain bayi anda, jangan mengenakan pakaian yang tidak menyerap keringat atau pakaian yang terlalu tebal jika suhu tidak dingin.
    • Seka keringat bayi anda jika terlihat mengelurkan butiran keringat.
    • Setelah mandi, keringkan tubuh bayi anda dan biarkan dalam keadaan telanjang bulat sejenak untuk memberi kesempatan kulit untuk melakukan  pernafasan.
    • Ketika peradangan terjadi cukup banyak, gunakan salep atau bubuk terutama untuk biang keringat seperti yang diarahkan oleh dokter anda. Bubuk yang mengandung seng oksida dan magnesium stearat biasanya dapat mengurangi iritasi dan membantu penguapan keringat. Jika biang keringat tidak sembuh dalam waktu seminggu, segera bawa bayi anda ke dokter.
    Jika bayi Anda dipengaruhi oleh biang keringat, Anda dapat menggunakan produk berikut untuk mengatasinya:
    • Gunakan minyak telon yang kelapa kandungan minyak sebesar 60% agar tidak panas
    • Menggunakan bedak Salicyl dicampur dengan air (seperti bedak dingin).
    Tips yang baik untuk biang keringat di atas bisa bermanfaat bagi Anda dan bayi Anda mengalami biang keringat.

    Trik Ibu agar Bayi mau Menyusu ASI

    Air susu ibu (ASI) merupakan menu super istimewa yang sarat dengan nutrisi. Selain bermanfaat dalam hal nutrisi, saat menyusui ASI akan memperkuat jalinan kasih sayang antara Ibu dan si Kecil. ASI merupakan bekal berharga untuk ‘menemani’ tumbuh kembang si Kecil nanti. Namun kadangkala saat proses menyusui berlangsung, ada berbagai kendala yang timbul, bisa berupa Ibu salah posisi, rasa sakit pada payudara, atau bayi enggan menyusu dan lain sebagainya.
    Ada banyak faktor yang menyebabkan kemungkinan bayi enggan menyusu dalam jangka waktu tertetu, yang kadangkala merupakan sinyal ada sesuatu yang terjadi, antara lain:
    • Nyeri atau rasa tidak nyaman yang mungkin disebabkan tumbuhnya gigi, adanya sariawan dalam mulut yang terasa nyeri saat menyusu, serta infeksi telinga yang menyebabkan nyeri saat mengisap. Bisa juga disebabkan oleh rasa nyeri pada tempat imunisasi, sehingga bayi tidak nyaman dalam posisi menyusu tertentu.
    • Bayi kurang sehat akibat hidung tersumbat sehingga bayi agak sulit bernapas saat menyusu.
    • Stres atau perhatiannya teralihkan; hal ini disebabkan oleh penundaan menyusui atau lama terpisah dari Ibu dan mungkin lingkungan sekitarnya terlalu bising
    • Terasa ada aroma dan rasa yang tidak biasa. Perubahan bau akibat sabun, parfum atau deodoran juga dapat menyebabkan bayi enggan menyusu. Rasa ASI yang berubah akibat makanan yang Ibu konsumsi, juga dapat menjadi penyebabnya.
    • Jumlah ASI yang berkurang. Pemberian susu formula atau dot dapat mengurangi jumlah ASI.
    Apa yang perlu Ibu lakukan?
    • Tetap mencoba menyusui, misalnya dengan cara memerah ASI hingga ujung puting dan dekatkan pada mulut si Kecil serta ajak si Kecil menyusu. Bila si Kecil menolak, hentikan dan coba lagi beberapa waktu kemudian.
    • Mengubah posisi menyusui yang berbeda, agar si Kecil lebih nyaman saat menyusu
    • Susui si Kecil di ruang yang nyaman, tidak terlalu terang dan bersuasana tenang, sehingga perhatiannya tidak teralihkan dengan mudah
    • Ibu juga bisa mencoba memberikan ASI sambil berjalan-jalan, mungkin si Kecil lebih nyaman dibandingkan bila Ibu hanya duduk dan berbaring di tempat tertentu saja.
    • Ibu perlu melakukan evaluasi perubahan tertentu, misalnya apakah Ibu stres? Apakah Ibu tengah mengonsumsi obat? Adakah perubahan makanan yang Ibu konsumsi sehari-hari? Apakah Ibu memakai parfum/sabun/deodoran baru? Ibu juga perlu fokus pada perawatan diri.
    • Konsultasikan dengan pakar ASI untuk membantu mengatasi kendala-kendala dalam memberikan ASI.
    Ibu perlu ingat, bila si Kecil tengah enggan menyusu bukan berarti si Kecil sudah siap disapih (tergantung usia si Kecil), karena enggan menyusu ini biasanya bersifat sementara saja. Namun, bila si Kecil tetap enggan menyusu lebih dari beberapa hari lamanya, dan jumlah popok basah lebih sedikit daripada biasanya atau Ibu merasa khawatir, segera konsultasikan dengan dokter.

    Bayi Sering Kaget Tak Perlu Dikhawatirkan

    Bayi baru lahir (newborn) membawa kebahagiaan tersendiri bagi orang tuanya maupun keluarga yang lain. Meski bayi akan tidur hampir sepanjang hari, siapa pun yang melihatnya bisa ikut merasakan kedamaiannya. Namun, tak jarang bayi baru lahir sering kaget bila mendengar suara-suara cukup keras. Hal ini tak jarang menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Sebenarnya Ibu tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut, karena merupakan hal wajar bagi bayi baru lahir hingga berusia 4-5 bulan.

    Sentakan bayi baru lahir saat tidur seperti kaget adalah bentuk dari suatu refleks primitif sebagai bagian dari mekanisme adaptasi manusia. Refleks kejut (startle reflex) tersebut dikenal sebagai “refleks Moro”, yang membantu bayi beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Saat tersentak kaget seringkali bayi tetap terlelap. Hanya kedua tangannya yang terentang, dan kadang-kadang juga menangis.

    Saat bayi kaget juga menandakan otot-otot refleksnya bekerja dengan baik, sekaligus memperlihatkan daya pendengarannya berfungsi dengan baik. Malah bayi yang tidak kaget, atau lemah refleksnya, perlu dikhawatirkan. Bisa jadi hal itu disebabkan oleh trauma saat lahir, atau sebab-sebab lain, seperti pengaruh obat-obatan, adanya penyakit, atau lainnya. Kalau hal itu diketahui sejak dini, dokter akan melakukan beberapa tes untuk memastikan hal tersebut.

    Untuk melihat bagaimana refleks Moro bekerja pada bayi baru lahir, Ibu dapat meletakkan bayi di atas alas yang lembut. Angkat sedikit kepalanya dengan lembut (bukan badannya), sekadar mengangkat berat badannya dari alas. Lepaskan sebentar pegangan Ibu pada kepala bayi (lakukan hati-hati), dan cepat ditopang lagi. Kepala bayi akan terkulai sesaat ke belakang. Respons normal bayi adalah membuka matanya dan terlihat seperti tertegun. Kedua lengan bayi harus digerakkan ke samping dengan telapak tangan ke atas dan lentur. Mungkin ia akan menangis sebentar. Begitu refleksnya berakhir, lengan bayi akan kembali menempel tubuhnya dan lama-kelamaan menjadi lentur. Hal ini adalah refleks normal pada bayi baru lahir. Kemampuan refleks Moro sudah ada beberapa saat sejak bayi lahir dan perlahan-lahan akan menghilang. Biasanya dokter akan memeriksa refleks Moro pada bayi-bayi prematur yang lahir setelah usia 28 minggu. Refleks Moro biasanya akan mencapai sempurna setelah usia kandungan melewati minggu ke-34 (trimester ketiga).

    Ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan agar bayi tidak sering kaget, yakni:

    1. Saat Ibu hendak memindahkan bayi tidur ke dalam boksnya, atau di atas tempat tidur lain, dekatkan dulu ia dengan tubuh Ibu. Peluklah sesaat sebelum Ibu melepaskannya. Begitu bayi merasakan kasurnya, biasanya ia akan merasa cukup nyaman.
    2. Bedonglah bayi cukup rapat untuk memberinya rasa nyaman dan aman.
    3. Menyusui bayi sambil berbaring bersamanya membantu bayi lebih tenang, selain bisa memberikan kesempatan Ibu untuk beristirahat.
    Apabila Ibu merasa khawatir jika bayi Ibu sering kaget atau justru kurang reaktif, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli perkembangan anak. Pengenalan dan pemeriksaan untuk mengetahui gejala kelainan sejak dini sangat membantu dalam tumbuh kembang bayi.

    Nak, mandi yuk …



    Mendengar ajakan mandi, pasti si Kecil sudah bisa membayangkan kesegaran air dan wanginya semerbak sabun atau shampoo. Sesudah mandi, si Kecil pun dapat memilih baju kesukaannya. Untuk mengajak mandi, Ibu juga perlu trik-trik unik agar saat si Kecil agak malas mandi dan saat waktu mandi tiba, Ibu dapat memperoleh waktu yang berkualitas antara ibu dan si Kecil.
    Kegiatan mandi perlu Ibu buat menyenangkan agar si Kecil tidak


    merasa keberatan atau terpaksa untuk mandi. Ikuti cara di bawah ini:
    1. Siapkan mainan yang tahan air di sekitar bak mandi
    2. Membacakan dongeng yang lucu atau bercerita apa saja
    3. Membacakan buku cerita yang terbuat dari bahan anti air
    4. Dengarkan musik favorit si Kecil
    5. Biarkan si Kecil menjadi tokoh khayalannya dan memakai aksesorinya, misalnya dengan tiara bila si Kecil berkhayal menjadi ratu, atau bila si Kecil menjadi ksatria, biarkan si Kecil membawa pedang-pedangannya.
    Menuai manfaat mandi

















  • Menjadi waktu yang berharga antara Ibu dan si Kecil. Ibu bisa dengan puas membelai kulit halusnya dengan sabun, menghitung jari-jari mungilnya sambil dibilas dengan air. Si Kecil pun akan merasakan sentuhan lembut dan dengan mendengar suara Ibu, akan membuat si Kecil merasa disayang dan diperhatikan.
  • Waktu mandi juga menjadi waktu belajar bagi si Kecil. Lakukan berbagai kegiatan, misalnya ‘memukul’ air yang bisa membuat cipratan-cipratan kecil, membuat ombak kecil, membuat balon dari air sabun. Bila si Kecil sudah dapat duduk, tunjukkan cara menuang, mengisi dan menyemprot air dengan berbagai peralatan dapur yang bersih (misalnya cangkir, botol semprot kecil, dll). Sambil menyabuni si Kecil, tunjuk dan sebutkan nama semua anggota tubuhnya.
  • Mandi dapat menenangkan si Kecil yang sedang rewel. Lakukan pijat lembut saat membilas tubuhnya dengan sabun dan air. Namun jika si Kecil yang rewel tetap menolak mandi, jangan dipaksa, dan ajaklah bermain terlebih dahulu sejenak, lalu ajak mandi.
  • Sesudah mandi dan merasa segar, kadangkala si Kecil menjadi mengantuk dan tertidur.

  • Yang perlu Ibu perhatikan:

















  • Bayi yang berusia hingga 6 bulan, tinggi air pada bak/ember mandi sekira 12 cm, atau hingga merendam bagian pundak si Kecil. Untuk usia yang lebih tua, tinggi air tidak lebih dari pinggang dalam posisi duduk.
  • Hindari meletakkan si Kecil dalam bak/ember mandi saat air masih mengalir, karena tinggi air sulit ditebak dan suhu air dapat berubah.
  • Isi bak/ember mandi dengan air dingin dulu dan kemudian tambahkan air panas, untuk menghindari kemungkinan si Kecil kena air panas.
  • Setelah mandi, segera kenakan handuk setelah si Kecil keluar dari bak/ember mandi karena si Kecil mudah kedinginan. Pilih handuk yang memiliki ‘kerudung’ sehingga Ibu bisa langsung ‘membungkus’ kepala dan mengeringkan rambutnya dengan cepat. (‘Panas’ tubuh si Kecil akan cepat menguap dari kepala, jadi penting untuk menjaga kepala tetap hangat).
  • Perlukah si Kecil Ikut Kelompok Bermain?



    Keponakan Ibu yang berusia 3 tahun sudah ‘sekolah’ di playgroup. Bagaimana si Kecil nanti? Apakah perlu untuk ikut kelompok bermain? Apa sih sebetulnya manfaat si Kecil ‘sekolah’ di kelompok bermain? Apa pula akibatnya jika si Kecil tidak Ibu masukkan ke kelompok bermain?
    Kelompok bermain (KB) atau playgroup merupakan bagian dari pendidikan anak usia dini (PAUD). PAUD sendiri terbagi menjadi 2 jalur, yaitu pendidikan non-formal untuk usia 2-4 tahun (KB) dan pendidikan formal untuk usia 4-6 tahun (taman kanak-kanak/TK). Undang Undang No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa tujuan PAUD pada adalah untuk membantu tumbuh kembang jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar. Pendidikan di tingkat PAUD lebih ke arah pemberian rangsangan (stimulasi) untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial dan kematangan motorik anak.
    ‘Kegiatan belajar’ yang dilakukan di KB kebanyakan merupakan kegiatan bermain. Melalui permainan, anak-anak diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dan mempelajari hal-hal baru yang akan menjadi bekalnya memasuki pendidikan dasar nanti. Anak-anak dibimbing agar kepribadian, kecerdasan, bakat, kemampuan, minat dan ketrampilannya dapat berkembang secara optimal. Kegiatan belajar di KB harus bersifat menyenangkan dan tidak membebani si Kecil.
    Di KB si kecil akan dilatih kemandiriannya, dikembangkan kemampuan emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik dan seni, serta beradaptasi dengan wahana pembelajaran dan permainan. Saat ini KB sudah banyak yang bilingual, tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa asing (misalnya bahasa Inggris) sebagai pengantarnya. Tidak ada salahnya memasukkan si Kecil ke KB bilingual, asal di rumah ketrampilan berbahasa asingnya juga terus dilatih sehingga si Kecil lebih terbiasa dengan bahasa tersebut.
    Kalau begitu, si Kecil wajib dong ikut KB? Jika Ibu merasa yakin bahwa Ibu dan Ayah punya cukup waktu kemampuan, sarana dan fasilitas untuk mengajari si Kecil berbagai hal yang akan menjadi bekalnya masuk ke pendidikan dasar, mungkin si Kecil menjadi tidak wajib ikut KB. Tetapi jika Ibu dan Ayah sibuk bekerja, dan pengasuh yang menemani si Kecil di rumah tidak cukup kompeten untuk membantu mengembangkan potensi si Kecil, mungkin memang si Kecil sebaiknya ikut KB. Yang harus diingat adalah bahwa fungsi KB hanya untuk merangsang tumbuh kembang anak melalui konsep ‘bermain’, bukan untuk memberikan pendidikan formal yang sifatnya mencerdaskan. Pilihan dan keputusan ada di tangan Ibu dan Ayah. Sebagai orangtua, kita tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik bukan?


    Mengenal Campak, Mengatasi Dampak

    Salah satu ancaman penyakit pada bayi adalah campak. Sudah pasti Ibu tak ingin bayi Ibu terkena penyakit tersebut. Tetapi sebenarnya seberapa kenalkah Ibu terhadap campak?
    Campak, tampek, morbili, atau measles adalah penyakit yang dapat mematikan yang disebabkan oleh infeksi virus morbili atau rubeola. Campak jarang dialami bayi berusia kurang dari lima bulan, karena bayi masih memiliki kekebalan yang diturunkan dari ibunya, kecuali jika Ibu pernah kena campak atau tidak pernah mendapatkan imunisasi campak.
    Campak sangatlah menular. Apabila seseorang penderita campak bersin atau batuk, percikan cairan ludah atau lendir akan tersebar di udara. Jika bayi terkena percikan tersebut, bayi dapat terinfeksi. Bayi juga dapat terinfeksi dari kontak dengan kulit penderita campak, atau bila menggunakan alat makan atau handuk yang sama. Berada di ruangan yang sama dengan penderita campak selama sedikitnya 15 menit atau berkontak secara langsung dengan penderita campak juga dapat menyebabkan bayi tertular. Apabila bayi belum pernah diimunisasi dan belum pernah menderita campak, kecenderungannya untuk tertular semakin besar. Karena itu, penderita campak harus diisolasi agar tidak menulari yang lain.
    Setelah bayi terkena virus campak, memerlukan waktu sekira 10 hari untuk timbulnya gejala. Gejalanya diawali batuk dan pilek yang disusul demam yang turun-naik. Gejala ini mirip dengan flu biasa. Demam biasanya dibarengi mata memerah dan berair, sariawan, atau diare, yang berlangsung sekira lima hari. Selanjutnya, mulai bermunculan bercak-bercak merah di belakang telinga yang menjalar ke leher, dada, punggung, dan perut. Bercak-bercak merah akan tinggal pada tubuh penderita selama kurang lebih seminggu dan selanjutnya berubah kehitaman. Bercak-bercak merah kehitaman dan kulit kering bersisik merupakan gejala khas pada campak. Bayi pun dapat mengalami penurunan berat badan dan menjadi lemah.
    Jika bayi terkena campak, tidak banyak yang dapat Ibu lakukan untuk mengobatinya. Karena campak disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak berguna. Penyakit campak akan sembuh sendiri kira-kira dalam seminggu.
    Namun, untuk mempercepat kesembuhan dan membuat bayi nyaman, yang dapat Ibu lakukan adalah:


















  • Pastikan bayi beristirahat cukup.
  • Jauhkan bayi dari anak-anak lainnya atau orang lain sekurang-kurangnya selama empat hari setelah timbul ruam kemerahan agar tidak menular.
  • Berikan cairan yang cukup, baik dari ASI maupun susu formula, untuk menghindari dehidrasi dan menurunkan demam. Berikan asupan cairan dan makanan dalam porsi kecil, namun sering.
  • Berikan obat penurun panas. Sebaiknya segera bawa ke dokter agar mendapat obat penurun panas sesuai kebutuhan bayi.
  • Kompres bayi jika suhu tubuhnya panas, namun jangan sekali-kali menyelimutinya karena panas tubuhnya justru akan meninggi, sehingga dapat menyebabkan kejang demam.
  • Sebaiknya bayi tidak dimandikan, namun tetap dibasuh air hangat untuk menjaga kebersihan tubuhnya.
  • Berikan bedak salisil atau bedak dingin bayi guna mengurangi rasa gatal.

  • Campak dapat dicegah dan gejalanya dapat dikurangi. Cara terbaik adalah memberikan imunisasi MMR atau imunisasi campak pada anak pada usia sembilan bulan dan enam tahun.
    Jadi Ibu, jangan panik jika buah hati menderita campak. Segera konsultasikan dengan dokter jika bayi menunjukkan gejala campak.
     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar