Pages

Selasa, 03 Desember 2013

Jangan Tertipu si Kontraksi Palsu



Menjelang kelahiran buah hati tentu Bunda dan suami sudah mempersiapkan berbagai keperluan si kecil. Selain keperluan seperti pakaian, tempat tidur bayi, bantal, dll, Bunda juga harus mempersiapkan mental dan fisik. Persiapan lain yang tak kalah penting adalah pengetahuan bagaimana ciri-ciri Bunda siap melahirkan.

Salah satu cirinya adalah munculnya kontraksi. Kontraksi timbul akibat adanya peregangan dinding rahim karena gerakan atau tendangan bayi. Bisa juga karena kelelahan. Kebanyakan Bunda hamil yang akan melahirkan anak pertama ‘tertipu’ dengan kontraksi palsu. Lho, kok ada kontraksi palsu?

Ya Bunda, kontraksi palsu atau dikenal dengan Braxton Hicks memang seringkali mengecoh Bunda hamil menjelang kelahiran. Pasalnya tandanya hampir sama yakni terasa peregangan di sekitar perut. Tetapi kontraksi palsu berlangsung tidak lama (kurang lebih 20 detik) dan lama kelamaan akan hilang. Berbeda dengan kontraksi asli yang bisa berlangsung 30 hingga 75 detik.

Berikut tanda-tanda kontraksi palsu lainnya supaya Bunda tidak keliru:

  1. Mulas di bagian atas rahim lalu turun ke bawah. Berbeda dengan kontraksi asli yang terasa mulas disertai nyeri di bagian pinggang sampai ke perut bawah.
  2. Bisa muncul di trimester kedua sekitar 20 minggu usia kehamilan. sedangkan kontraksi asli hanya akan muncul bila kehamilan cukup bulan, yaitu sekitar 27-40 minggu.
  3. Terjadi satu atau dua kali dalam sehari tetapi frekuensinya tidak sering. Bila Bunda merasakan kontraksi asli, frekuensi akan semakin sering dan terasa seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina.
  4. Kontraksi akan hilang bila Bunda mengubah posisi. Tetapi kontraksi asli tidak akan hilang meski Bunda mengubah posisi.
Bila Bunda masih ragu apakah Bunda merasakan kontraksi asli atau palsu, kenali ciri-ciri siap melahirkan.  seperti:
* Frekuensi berkemih lebih sering. Hal ini bisa terjadi beberapa minggu atau beberapa jam sebelum melahirkan.
* Keluar lendir bercampur darah.
* Ketuban pecah.
* Perut terasa kencang dalam posisi apapun; berdiri, duduk, tiduran dan juga posisi lainnya.

Tips:
* Siapkan tas berisi pakaian Bunda, pakaian si kecil, peralatan mandi, buku Rumah Sakit, kartu identitas dan uang.
* Santai saja menghadapi persalinan. Tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa Bunda bisa melalui semua ini. Katakan berulang-ulang dalam hati sampai rasa takut berkurang.

Selamat menyambut buah hati!

Senin, 25 November 2013

Tetap Kerja Saat Hamil



Kehamilan bagi ibu bekerja tak jarang menimbulkan kekhawatiran tersendiri, karena tugasnya menjadi ganda: menjaga kandungannya dan tetap bekerja dengan kehamilannya selama sembilan bulan ke depan. Dan karena kehamilannya itu juga, ‘mendadak’ ada pilihan yang tak mudah. Bagi sebagian ibu, meski memilih meneruskan bekerja, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri setelah melahirkan. Sedangkan bagi ibu-ibu yang mengalami komplikasi kehamilan atau kehamilannya dirasakan cukup berat, biasanya segera mengundurkan diri dalam waktu tiga bulan. Tentu saja sebagian ibu lainnya bisa melalui proses kehamilan dengan baik selama bekerja, serta kembali bekerja setelah selesai cuti persalinan.

Apapun pilihannya, ada beberapa saran bagi ibu bekerja yang bisa dipertimbangkan, yakni:
  • Segera memberitahu kehamilan Ibu pada perusahaan. Semakin cepat perusahaan dan rekan-rekan kerja tahu, justru dapat memberikan dukungan agar Ibu lebih berhati-hati.
  • Tak jarang kemampuan kerja berkurang dibandingkan sebelum hamil. Bila memungkinkan, diskusikan dengan atasan atau perusahaan agar bisa dipindah ke bagian lain yang lebih ringan beban kerjanya hingga selesai cuti persalinan. Saat ini, banyak jenis pekerjaan yang bisa juga diselesaikan di rumah, atau dikerjakan dengan waku yang lebih fleksibel.
  • Pertimbangkan masak-masak setiap pilihan yang ada. Apakah nantinya tidak akan menyebabkan komplikasi atau masalah tertentu selama hamil dan proses persalinannya kelak?
  • Hamil tidak perlu menghambat pekerjaan di kantor, meski juga tetap harus mempertimbangkan kebaikan untuk diri sendiri, bayi yang kelak akan lahir, dan kepentingan keluarga.
  • Tanyakan waktu cuti, biaya persalinan, dan hak-hak Ibu pada perusahaan. Hal ini biasanya tercantum jelas pada kebijakan perusahaan, sehingga bisa ditanyakan ke bagian sumber daya manusia (SDM) perusahaan.

  • Jenis pekerjaan saat ini banyak yang mengandalkan komputer, sehingga sering menimbulkan masalah tersendiri akibat duduk terlalu lama, seperti tangan yang pegal, sakit pada leher dan bahu, serta punggung, dan mata lelah. Untuk menghindari hal tersebut bagi ibu hamil, maka silakan ikuti saran berikut:
    - Sering beristirahat dan berjalan sebentar dalam ruangan
    - Gunakan bantal kecil sebagai penyangga punggung bagian bawah
    - Tinggikan kaki dengan menginjak penyangga atau bangku kecil
    - Sesuaikan kursi dan perlengkapan komputer agar Ibu merasa nyaman
    Sedangkan untuk mengatasi ketidaknyamanan yang berkaitan dengan kehamilan di tempat kerja, maka silakan ikuti beberapa tips berikut:
    Rasa mual (bisa terjadi setiap saat, tidak hanya pagi hari): 
    • hindari bau atau makanan yang aromanya menganggu
    • mengemil crackers atau makanan lunak lain yang rendah lemak
    • makanlah 5-6 kali sehari, bukan tiga kali sehari
    • minum banyak cairan sepanjang hari
    Rasa lelah (terutama pada awal dan menjelang akhir kehamilan):
    • sering beristirahat dengan berjalan-jalan sebentar, dan kalau bisa tidur sebentar setelah makan siang
    • cepat tidur pada malam hari
    • berolahraga ringan jika memungkinkan, yang akan membantu tubuh lebih berenergi sepanjang hari
    • minum banyak cairan sepanjang hari
    • makan makanan sehat, terutama yang kaya akan zat besi dan protein
    • bersikap santai dan hindari situasi yang menekan.

    Bagaimanapun keadaan yang Ibu rasakan di tempat kerja, tetap dahulukan kesehatan dan keselamatan Ibu dan calon bayi Ibu. Dengan demikian, Ibu diharapkan dapat menyeimbangkan peran sebagai karyawan dan juga sebagai ibu hamil selama masa kehamilan tersebut.
     

    Selasa, 19 November 2013

    Manfaat Senam Hamil




    senam kehamilan












    Pada dasarnya, seorang ibu hamil akan malas bergerak karena ia membawa beban yang teramat berat diperutnya. Padahal bergerak merupakan cara paling bagus untukmelatih otot-otot ataupun saraf yang nanti akan digunakan saat melahirkan. Karena kebiasaan wanita jaman sekarang adalah melakukan kegiatan yang monoton serta jarang gerak, apalagi saat hamil maka para ahli sudah menciptakan senam hamil yang bisa diikuti oleh ibu hamil.
    Program senam hamil yang dirancang para ahli ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan juga bayinya dalam menjaga kondisi badan agar lebih sehat dan nyaman selama kehamilan. Beberapa gerakan senam hamil hampir mirip dengan gerakan yoga, hal ini bisa memberikan ibu hamil beberapa manfaat senam hamil dan yoga yang bisa membantu ibu untuk melahirkan normal.
    Diantaranya gerakan-gerakan itu bisa memperlancar sirkulasi darah serta fleksibilitas otot-otot yang kaku karena gerakan fisik yang terbatas. Juga terjadi peningkatan dalam banyak kondisi fisik pada ibu hamil, diantaranya peningkatan energi, kekuatan, stamina, kebugaran serta control terhadap otot.
    Wanita hamil akan mengalami peningkatan frekuensi kencing, hal ini tentu menganggu jika kita sedang berperjalanan jauh. Dengan senam hamil, maka ibu bisa mengurangi ketidaknyamanan itu karena beberapa gerakan senam itu bisa memperkuat urat ginjal. Begitu juga dengan ketegangan, stress serta depresi dan yang utama karena senam hamil ini prinsipnya adalah menggerakan badan, jadi bisa membantu ibu untuk membuang kalori berlebih dan menjaga berat badan agar tetap seimbang selama kehamilan.
    Lalu selain itu, apa manfaatnya bagi kecantikan dan penampilan? Disanalah enaknya senam hamil karena selain untuk menjaga kesehatan, juga bisa memperkecil kemungkinan stretch mark. Ini merupakan hal yang ditakutkan wanita yang sangat memperhatikan penampilan, namun jika mereka rajin melakukan senam maka stretch mark bukan lagi gangguan.
    Begitu banyak manfaat senam hamil, tetapi ada hal-hal yang harus dihindari saat senam hamil. Jangan melakukan pose yang melengkungkan tubuh terlalu dalam karena ini sangat berbahaya bagi bayi. Jangan pula tegang-tegang karena tegang membuat beberapa saraf menjadi kaku sehingga menimbulkan bisa cedera. Satu hal yang utama yang harus diingat, banyaklah minum biar tidak dehidrasi.

    Rabu, 23 Oktober 2013

    Bahaya Rokok dan Tips Meninggalkan Rokok bagi Wanita Hamil


    Rokok merupakan hal yang sepele bagi kebanyakan orang, tetapi rokok memiliki zat yang berbahaya terutamabagi  ibu yang sedang hamil. Bahaya rokok bagi kehamilan bermacam-macam. Akibat yang ditimbulkan oleh rokok diantaranya :
    1. Didalam rokok terdapat zat kimia yang membatasi pertumbuhan janin.
    2.  Dalam darah perokok kadar karbon monoksidanya lebih tinggi. Karbondioksida akan meracuni dan mengurangi jumlah oksigen yang dibawa ke dalam darah. Semakin banyak jumlah karbon monoksida dalam darah janin, maka akan semakin rendah berat badan bayi saat lahir.
    3. Menurut penelitian, ibu perokok akan melahirkan bayi yang beratnya lebih rendah dari ibu bukan perokok.
    4. Masih menurut penelitian, bayi akan lahir prematur pada perempuan perokok dua kali lipat.
    5. Resiko keguguran dan bayi lahir mati juga semakin besar (dua kali lipat) pada perokok. Hal tersebut dikarenakan merokok menyebabkan resiko plasenta turun ke bawah di dalam rahim.
    Tapi tak perlu khawatir bagi wanita perokok yang sedang hamil, ada tips untuk meninggalkan kebiasaan merokok anda :
    1. Mulailah untuk mengurangi batang-batang rokok yang biasa anda hisap.
    2. Melakukan hal-hal yang bermanfaat, seperti berolahraga atau berjoging.
    3. Banyak-banyak memakan permen, apabila keinginan anda untuk merokok itu muncul.
    4. Kuatkan tekad anda untuk meninggalkan kebiasaan merokok.
    5. Menjauhi lingkungan yang banyak orang merokok.
    6. Memaksa diri untuk tidak merokok.

    Rabu, 09 Oktober 2013

    8 Tips Mencegah Rasa Nyeri Pada Puting Susu.













    Pada umumnya, saat awal menyusui, puting susu akan terasa nyeri. Ini disebabkan karena regangan yang di alami puting anda karena isapan bayi. Tapi, biasanya rasa nyeri ini hanya terjadi pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan dan hanya bersifat sementara saja.
    Tetapi bila rasa nyerinya berlajut, hinga berminggu minggu tidak juga sembuh, berarti ada sesuatu yang memicunya, seperti:
    - Nyeri karena penyakit. Dipicu oleh infeksi jamur, virus/bakteri, alergi. Untuk menghadapi hal-hal seperti ini, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anda. Segera!
    - Nyeri akibat posisi anda saat menyusui, pelepasan puting oleh bayi secara mendadak, atau menggunakan alat pompa ASI yang tidak tepat. Nyeri yang di picu oleh hal-hal seperti ini bisa di perbaiki, tidak perlu penanganan Dokter, cukup mengubah kebiasaan anda saja.

    Dan, berikut ini adalah 8 Tips Mencegah rasa Nyeri Pada Puting Susu:
    1. Hati-hati ketika melepaskan isapan bayi anda setelah menyusui. Biarkan bayi melepaskan sendiri saat ia telah selesai menyusui. Namun, bila ia sudah selesia menyusui dan belum dilepas, anda bisa melakukan ini: Masukkan jari kelinking anda melalui sudut mulut bayi, lalu secara perlahan lepaskan puting anda.
    2. Dianjurkan ibu menyusui tidak membasuh/membersihkan payudara menggunakan sabun setiap mandi dan tidak menggosokkan handuk, agar minyak alami di kulit sekitar payudara anda tidak hilang.
    3. Posisi menyusui dapat memicu rasa nyeri juga. Jadi, peletakan posisi bayi anda saat menyusui harus disesuaikan dengan kenyamanan anda dan bayi anda.
    4. Jangan memilih pompa ASI karena harganya yang murah meriah, atau mahal. Namun pilihlah yang paling sesuai dengan ukuran payudara anda.
    5. Oleskan sedikit ASI pada puting dan areola (lingkaran hitam di sekitar puting) sebelum dan sesudah menyusui. Fungsinya, untuk mempercepat penyembuhan luka.
    6. Tidak dianjurkan menggunakan saleb yang mengandung obat untuk mengurangi rasa nyeri.
    7. Jika diperlukan, anda tidak menggubakan BRA sehari atau 2 hari.
    8. Jika puting susu anda nyerinya berkelanjutan, sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan dokter, karena hal ini bisa di picu oleh penyakit tertentu.

    Demikian artikel tentang “Puting Susu Nyeri” ini. Semoga saja bermanfaat bagi anda.

    Jumat, 20 September 2013

    Bila Kehamilan Terjadi di atas Usia 35 Tahun


     untuk menimang buah hati kadangkala tidak mengenal usia. Apa jadinya bila kehamilan yang ditunggu-tunggu setelah sekian lama, hadir di usia Ibu yang telah mencapai 35 tahun? Walau banyak orang bilang, usia hanya sekadar angka, namun Ibu perlu mengenali sederet kemungkinan atau risiko yang mungkin akan muncul. Meskipun demikian, tak sedikit ibu yang juga berhasil melahirkan bayi yang sehat dan normal dengan kehamilan di usia ini. Walau banyak yang berhasil, Ibu harus memahami lebih dalam mengenai hal tersebut.
    Apa yang perlu Ibu ketahui dengan usia di atas 35 tahun?
    1.  Lebih lama untuk hamil. Wanita dilahirkan dengan keterbatasan jumlah sel telur. Saat di awal usia 30-an, kualitas sel telur sudah mulai menurun dan ovulasi juga menjadi lebih jarang walau masih memiliki siklus menstruasi yang teratur. Sel telur di usia lebih tua agak lebih sulit dibuahi dibandingkan sel telur pada usia yang lebih muda. Tetapi hal ini bukan berarti Ibu tidak bisa hamil, namun hanya memakan waktu yang lebih lama.
    2. Berpeluang mengalami kehamilan kembar
    Peluang hamil kembar meningkat sesuai dengan pertambahan usia Ibu.
    3.  Berisiko alami diabetes gestasional
    Diabetes tipe ini biasanya terjadi selama kehamilan berlangsung dan lebih sering dialami ibu hamil dengan usia yang lebih tua. Lakukan kontrol gula darah, diet sehat seimbang, dan aktvitas fisik. Bila tidak diatasi, diabetes gestasional ini dapat menyebabkan bayi tumbuh terlalu besar yang nantinya akan mempersulit proses persalinan.
    4.  Tekanan darah tinggi
    Beberapa studi melansir bahwa tekanan darah tinggi yang muncul selama kehamilan lebih sering dijumpai pada wanita usia lebih tua. Hipertensi pada kehamilan bisa berupa hipertensi kronis (telah muncul sebelum usia kehamilan 20 minggu), hipertensi gestasional (muncul setelah usia kehamilan 20 minggu) atau pre-eklamsi (muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dan disertai dengan adanya protein dalam urin). Tekanan darah pada Ibu hamil dengan hipertensi harus diawasi secara ketat, demikian pula halnya dengan pertumbuhan janinnya. Untuk menghindari komplikasi, Ibu mungkin perlu mengonsumsi obat anti hipertensi.
    5.  Mungkin memerlukan persalinan sesar
    Risiko terjadinya plasenta previa, yaitu jalan lahir tertutup / terhalang plasenta, sering terjadi pada usia 35 tahun. Masalah persalinan pun cenderung lebih sering terjadi pada Ibu dengan kehamilan pertamanya di usia ini.
    6.  Risiko janin memiliki kelainan kromosom, seperti sindrom Down.
    7.  Risiko keguguran juga lebih tinggi yang sesuai dengan pertambahan usia Ibu
    Ibu yang berusia di atas 35 tahun berisiko tinggi mengalami penyulit kehamilan/persalinan serta morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian). Bila Ibu memiliki penyakit kronik atau kondisi fisik yang kurang sehat, risiko tersebut lebih besar. Pada Ibu yang memiliki berat badan seimbang, fisik bugar dan tidak memiliki masalah medis, risikonya lebih rendah. Itu sebabnya Ibu yang sudah berusia di atas 35 tahun yang ingin mengoptimalkan kehamilannya atau Ibu yang ingin hamil karena telah menunda kehamilannya, perlu melakukan konseling terlebih dahulu dengan dokter.

    Fakta Menarik Seputar Proses Kelahiran!


     
    Punya banyak pertanyaan mengenai proses persalinan? Temukan berbagai fakta menarik seputar proses persalinan, di sini!
    Kelahiran si Kecil di dunia adalah momen yang sangat berharga, terutama bagi Ibu yang baru akan pertama kali melahirkan. Oleh karena itu, agar bisa lebih siap menghadapi proses persalinan, berikut adalah beberapa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh para calon Ibu.
    1. Sebenarnya seperti apa sih air ketuban yang pecah? Bagaimana kalau hal ini terjadi di muka umum?
      Menurut penelitian, hanya 1 diantara 4 perempuan yang mengalami pecah air ketuban sebelum proses persalinan. Lagipula, cairan ketuban Ibu akan keluar perlahan dalam jumlah yang sedikit. Jadi, Ibu pun tidak perlu membayangkan air ketuban akan membasahi pakaian dan membuat malu di muka umum.
      Namun, ada yang perlu perhatikan, yaitu fakta bahwa udara terbuka yang tidak steril dapat meningkatkan resiko infeksi pada janin. Oleh karena itu, segera konsultasi dengan dokter kandungan mengenai tindakan lanjutan jika terjadi pecahnya air ketuban.
       
    2. Apa saja ya yang terjadi pada vagina/organ vital/ alat kelamin saat saya “mendorong” si Kecil keluar dari rahim?
      Pada dasarnya, Ibu akan “mendorong” si Kecil keluar dengan menggunakan tekanan pada perut. Cara memperoleh tekanan ini sendiri serupa dengan bagaimana manusia mengeluarkan feses/kotoran/ buang air besar.
      Mengingat saluran pencernaan wanita berjalan paralel dengan rahim, maka wajar saja jika pada saat proses persalinan ada sisa-sisa pencernaan yang ikut keluar. Jadi, Ibu pun tidak perlu merasa risih jika mengalami hal ini, karena memang umum terjadi pada setiap proses persalinan.
       
    3. Benarkah obat pengurang rasa sakit dapat menyebabkan mual yang luar biasa? Lalu, apakah normal jika saya muntah setelah mengonsumsi obat-obat ini saat persalinan?
      Memang benar Bu, ada beberapa obat pengurang rasa nyeri yang dapat menyebabkan rasa mual, Obat-obat ini berfungsi “mematikan” reseptor nyeri di otak untuk beberapa saat, sehingga dapat menimbulkan rasa pening, bahkan vertigo jika tidak terbiasa. 
      Namun, bukan berarti Ibu bebas dari muntah saat tidak mengonsumsi obat. Kontraksi yang terjadi di perut pada proses kelahiran normal sebenarnya sudah cukup untuk mendorong makanan ikut keluar. Uniknya, muntah justru dapat membuat Ibu lebih cepat melahirkan karena membantu proses pembukaan vagina.
    Bagi calon Ibu baru, proses kelahiran akan menimbulkan berbagai perubahan dan kondisi pada tubuh. Namun, asalkan tetap bisa menjaga kesehatan, dan rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan, Ibu tidak perlu khawatir. Dengan perhatian penuh dan gizi yang cukup, proses kelahiran yang dijalani pun akan berjalan dengan lancar!

    Salam Hangat.

    Jumat, 30 Agustus 2013

    Mitos dan Fakta Menebak Tentang Jenis Kelamin Bayi



    Mitos dan Fakta Tentang Jenis Kelamin BayiSebagian orang bila melihat perempuan hamil  atau calon ibu mulai menebak-nebak jenis kelamin jabang bayi dalam kandungannya, begitupun orang tua calon bayi tersebut terutama saat medis belum dapat mendeteksi. Banyak mitos yang menyebut bentuk tubuh atau kondisi yang dialami ibu hamil menunjukkan kelamin anak dalam kandungan. Benarkah demikian?
    Para pakar kebidanan  menyatakan cara terbaik mengetahui jenis kelamin janin selain pindai USG adalah menunggu hingga kelahiran. Ada mitos jika ibu memiliki kandungan yang membulat atau mendatar, mengidam makanan tertentu merupakan tanda bayi laki-laki atau perempuan. Jenis kelamin bisa dilihat dari pindai pada usia kehamilan 20 minggu, tetapi yang terbaik adalah menunggu hingga bayi lahir.
    Meskipun demikian, masih ada banyak lagi beredar mitos dan fakta seputar kehamilan dan menebak jenis kelamin bayi. Boleh percaya, boleh juga tidak di antaranya :
    Berat badan ayah
    Mitos : Jika ayah ikut menggemuk selama kehamilan, itu pertanda seorang bayi perempuan. Tetapi jika berat ayah relatif tak berubah, bayi dalam kandungan laki-laki.
    Fakta : Pakar di dunia percaya berat badan ayah selama kehamilan mungkin dapat digunakan untuk mengira-ngira jenis kelamin janin. Dalam studi terhadap calon ayah ditemukan, hampir semua ayah yang bertambah gemuk saat istri hamil memiliki anak perempuan. Hanya lima dari ayah yang menggemuk memiliki anak laki-laki.
    Ngidam
    Mitos : Jika calon ibu sangat menyukai makanan manis seperti cokelat dan gula, pertanda sang jabang bayi adalah perempuan. Tapi kalau ibu senang mengidam makanan asin, itu pertanda bayi laki-laki.
    Fakta : Para ilmuwan menemukan mengidam selama kehamilan hanyalah fenomena psikologis. Salah seorang profesor kebidanan dari di University of California, mengungkapan, indera wanita yang makin sensitif memungkinkan akan lebih menyukai bau tertentu.
    Bentuk perut
    Mitos : Jika tonjolan perut lebih rata atau melebar bayi dalam kandungan adalah perempuan. Sementara jika perut lebih ‘mancung’ itu pertanda hamil bayi laki-laki.
    Fakta : Ilmuwan percaya, bentuk perut saat hamil sangat ditentukan oleh otot bayi. Tidak ada bukti yang menunjukkan anak perempuan membuat perut melebar atau bayi laki-laki lebih di atas dalam rahim.
    Wajah ibu
    Mitos : Jika wajah calon ibu bulat dan kemerahan selama kehamilan maka ia akan memiliki anak perempuan.
    Fakta : Hampir semua wanita hamil akan mengalami kenaikan berat badan selama sembilan bulan. Namun, studi terbaru di Prancis menemukan bahwa ibu mengalami jerawat saat hamil, 90 persen melahirkan seorang bayi perempuan.
    Denyut jantung
    Mitos : Seorang bayi laki-laki memiliki detak jantung di bawah 140 denyut jantung per menit, sedangkan seorang anak perempuan lebih tinggi dari 140 kali permenit.
    Fakta : Ilmuwan menemukan bahwa bayi perempuan memiliki detak jantung yang cepat, tetapi hanya setelah mereka lahir.
    Payudara
    Mitos : Bila selama kehamilan payudara sebelah kanan membengkak lebih besar adalah pertanda anak laki-laki. Namun bila payudara kiri membengkak lebih besar, merupakan  pertanda anak perempuan.
    Fakta : Perubahan hormon selama kehamilan yang tidak meningkatkan aliran darah serta adanya perubahan pada jaringan payudara membuat payudara bengkak, sakit dan lebih sensitif. Namun, para ilmuwan tak menemukan bukti dari perubahan payudara terkait dengan jenis kelamin bayi.
    Morning Sickness
    Mitos : Jika Anda mengalami mual atau morning sickness selama kehamilan terutama trisemester pertama, itu pertanda janin perempuan. Namun jika Anda tidak mengalami atau hanya sedikit mengalaminya artinya janin adalah bayi laki-laki.
    Fakta : Ibu lebih cenderung mengalami morning sickness saat mengharapkan bayi perempuan. Sebuah studi terhadap satu juta wanita hamil di Swedia 1987-1995 menunjukkan, morning sickness menunjukkan wanita cenderung hamil anak perempuan. Dr Michael Swiet, dari Institut Obstetri dan Ginekologi di London, mengatakan: “Mungkin morning sickness berhubungan dengan hormon. Dan, bayi perempuan bisa saja menghasilkan hormon yang memicu hal tersebut.

    Perubahan Aneh Selama Masa Kehamilan



    Berkeringat Dan Sering Merasa Haus Selama Masa KehamilanKehamilan adalah salah satu perubahan fisik terbesar yang dialami perempuan. Sejumlah perubahan luar biasa akan terjadi dalam tubuh dan hidup Anda.
    Selama masa kehamilan, anda akan merasakan berbagai macam perubahan yang terjadi tak hanya secara fisik saja namun juga secara emosional. Dan dari semua perubahan yang muncul tersebut, terkadang ada beberapa efek kehamilan yang akan terasa aneh, apalagi jika ini adalah kehamilan yang pertama untuk anda.
    Berikut ini adalah sedikit ulasan menarik mengenai efek kehamilan yang aneh tersebut yang mungkin akan anda alami selama masa kehamilan di antaranya :
    1.   Keluarnya Cairan dari Vagina
    Pada masa kehamilan, merupakan hal yang wajar jika ada cairan berwarna putih bening atau kekuningan yang keluar dari area genital anda. Cairan ini akan terus keluar sampai beberapa hari setelah persalinan dan tidak berbahaya selama cairan tersebut tidak mengeluarkan bau yang busuk dan tidak menimbulkan rasa gatal atau sensasi terbakar. Keluarnya cairan ini bisa disebabkan oleh meningkatnya jumlah hormon yang di produksi oleh tubuh serta peredaran darah yang ada di dalam vagina. Untuk mengatasi hal ini, anda bisa menggunakan pembalut tipis untuk melapisi celana dalam yang anda gunakan. Sebaiknya, hindari juga penggunaan sabun pembasuh kewanitaan karena hal tersebut bisa menyebabkan iritasi.
    2.    Tak Sengaja Mengompol saat Tertawa Keras atau Bersin
    Selama masa kehamilan, anda dituntut untuk banyak minum air putih dan cairan lain agar kebutuhan cairan serta nutrisi anda dapat terpenuhi. Hal ini tentu juga berpengaruh pada meningkatnya jumlah cairan yang tertampung di dalam kandung kemih anda. Dan seiring dengan semakin membesarnya perkembangan janin di dalam kandungan, posisi kandung kemih pun menjadi ikut tertekan. Akibatnya, anda seringkali lepas kontrol atau tidak sengaja mengompol ketika tertawa dengan keras atau bersin. Untuk mengatasi hal ini, anda sebaiknya sering pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil meskipun tidak ada dorongan yang kuat untuk hal tersebut.
    Semakin anda sering menahan kencing, maka akan semakin besar pula peluang anda untuk tidak sengaja mengompol saat tertawa ataupun bersin. Anda juga bisa menggunakan pembalut yang agak tebal dan membawa beberapa celana dalam cadangan di dalam tas anda untuk menghindari kalau kalau anda tidak memiliki kesempatan untuk buang air kecil karena sedang berada di sebuah pertemuan penting atau sedang berada di jalan. Selain tindakan prefentif diatas, anda juga bisa mencoba melakukan latihan super kegel untuk melatih otot vagina anda.
    3.   Berkeringat dalam Jumlah yang Banyak
    Selama masa kehamilan, sebagian besar dari anda pasti akan merasakan kegerahan yang teramat sangat serta berkeringat dalam jumlah yang sangat banyak. Aktifitas kecil yang anda lakukan pun terkadang akan membuat anda merasa sangat kepanasan dan benar-benar berkeringat. Apa yang menjadi penyebab terjadinya hal ini? Saat anda sedang hamil, metabolisme yang terjadi di dalam tubuh jauh lebih tinggi dari biasanya. Selain itu, peredaran darah dalam jumlah yang lebih besar yang terjadi pada tubuh anda juga membuat tubuh menjadi lebih hangat.
    Nah hanya dengan mengeluarkan keringat inilah, tubuh anda bisa mengurangi panas yang ada di dalam tubuh. Untuk mengatasi hal ini, anda bisa menggunakan bedak atau deodoran di bawah ketiak anda serta menggunakan baju hamil yang nyaman dan menyerap keringat.

    Kamis, 22 Agustus 2013

    Lakukan ini saat kehamilan berusia 6 bulan!

    Lakukan ini saat kehamilan berusia 6 bulan!
    Hamil anak pertama tentu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap ibu di dunia. Memasuki bulan keenam pada masa kehamilan, anak Anda akan mengembangkan paru-paru yang dapat memproduksi zat yang disebut surfaktan. Zat ini sangat penting bagi paru-paru agar dapat berfungsi dengan baik. Pada bulan keenam, kebanyakan wanita akan mengalami beberapa keluhan, seperti merasa lelah, tidak bahagia, atau bahkan merasa lebih murung. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan oleh setiap ibu hamil ketika kehamilan mereka menginjak usia enam bulan, seperti dilansir Boldsky.

    1. Gerakan bayi

    Ketika Anda mulai merasakan gerakan bayi di dalam rahim Anda, itu adalah pengalaman paling menyenangkan yang dirasakan oleh kebanyakan ibu saat hamil anak pertama. Anda akan mulai merasakan gerakan bayi dalam perut Anda saat kehamilan menginjak usia sekitar 18 sampai 20 minggu. Setiap kali dia menendang perut Anda, gosokkan lengan Anda ke perut. Ini akan menjadi salah satu cara untuk berinteraksi lebih dekat dengan bayi Anda.

    2. Jalan kaki

    Sangat penting untuk mencoba berjalan kaki ketika kehamilan Anda menginjak usia enam bulan. Ini adalah kegiatan yang ideal selama kehamilan. Berjalanlah selama sekitar 20 sampai 30 menit ketika kehamilan Anda menginjak enam bulan karena itu baik untuk kesehatan tubuh Anda.

    3. Berendam dalam air hangat

    Berendam di dalam bak berisi air hangat dapat melepaskan semua stres yang Anda rasakan. Ketika kehamilan Anda menginjak enam bulan, mandi air hangat adalah sebuah keharusan untuk ibu hamil. Ibu hamil harus merasa santai dan berlatih untuk bernapas dalam-dalam ketika mereka berbaring di bak mandi. Hal ini juga membantu untuk meringankan kaki yang bengkak.

    4. Berkomunikasi

    Ketika kehamilan Anda menginjak enam bulan, pendengaran bayi Anda telah berkembang. Anda bisa mulai mengajaknya bicara atau memperdengarkan musik klasik padanya.

    5. Berenang

    Ketika kehamilan Anda menginjak enam bulan, berenang adalah latihan fisik yang paling sehat dan aman untuk Anda. Anda bisa melepas stres dan lelah serta membuat tubuh semakin bugar.

    Inilah lima hal yang dapat Anda lakukan ketika usia kehamilan Anda sudah menginjak enam bulan. Selamat mencoba dan jangan lupa untuk terus berkonsultasi dengan dokter!

    Khasiat Asam Folat dalam Kehamilan

    Keinginan memiliki bayi yang sehat, merupakan impian dan harapan semua Ibu yang sedang atau akan menjalani kehamilan. Segala persiapan pun telah dilakukan. Salah satu hal yang Ibu perlu ingat adalah pentingnya mengonsumsi asam folat (dikenal pula sebagai vitamin B9). Asam folat ini sudah dikenal dengan berbagai manfaat terhadap kesehatan dan kehamilan. Selain itu, asam folat juga bermanfaat dalam mencegah terjadinya kecacatan tabung saraf bayi atau yang dikenal dengan istilah medis neural tube defect (NTD).
    Manfaat asam folat tidak hanya terbatas pada pencegahan terhadap NTD saja. Sebuah studi terbaru di Norwegia mengungkapkan bahwa bila Ibu mengonsumsi suplemen asam folat sebulan sebelum hamil dan mengonsumsinya secara terus-menerus hingga awal trimester pertama, maka dapat menurunkan risiko autis pada bayi hingga hampir 40%. Sedangkan yang memulai mengonsumsi suplemen asam folat sesudah waktu tersebut, tidak mengurangi risiko tersebut. Hal ini diungkapkan oleh ABC Study, sebuah studi kohort yang dilakukan pada ibu dan anak di Norwegia dan telah dipublikasikan pada Journal of The American Medical Association (JAMA) pada edisi Februari 2013.
    Para periset Norwegia meneliti 85.176 bayi yang lahir antara tahun 2002-2008 untuk menilai efek/dampak suplementasi asam folat terhadap angka kejadian autis. Pada tahun 2012, periset mengevaluasi kembali para ibu dan bayinya, mengungkapkan bahwa ibu yang mengonsumsi suplemen asam folat mulai dari 4 bulan sebelum hamil dan secara terus-menerus hingga usia kehamilan minimal 8 minggu, memiliki risiko 40% lebih rendah memiliki anak dengan autis dibandingkan dengan ibu yang tidak mengonsumsi suplemen asam folat selama kehamilan berlangsung. Sedangkan bila ibu mengonsumsinya di pertengahan kehamilan (minggu ke-22), maka tidak memiliki efek terhadap risiko autis tersebut.
    Mengenal asam folat
    Asam folat merupakan bentuk sintetik dari vitamin B yaitu folat dan terkandung secara alami pada sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, asparagus dan hati serta beras merah Selain pada makanan tersebut, produk susu untuk ibu hamil pun diperkaya dengan asam folat, sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan asam folat pada ibu hamil. Asam folat (bekerjasama dengan vitamin B12) juga berfungsi membentuk sel darah merah yang sehat
    Vitamin B sangat penting diperlukan dalam membangun dan memperbaiki molekul-molekul DNA, yaitu materi genetik yang menyusun dan mengendalikan semua sel tubuh, termasuk sel-sel otak. Dokter akan menganjurkan ibu hamil untuk mengonsumsi sekira 600 mikrogram asam folat setiap hari untuk mengurangi risiko memiliki bayi dengan kelainan spina bifida. Ibu hamil juga perlu terus-menerus mengonsumsinya agar tubuh tidak mengalami kekurangan. Konsultasikan dengan dokter mengenai dosis asam folat yang perlu Ibu konsumsi.
    Bila dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan, asam folat juga bisa melindungi bayi dari cacat celah bibir dan langit-langit, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, keguguran, dan gangguan pertumbuhan dalam rahim. Selain bermanfaat terhadap bayi, asam folat juga melindungi Ibu dari: komplikasi kehamilan (dapat mengurangi risiko terjadinya preeklamsia), penyakit jantung.
    Kehamilan membutuhkan diet makanan sehat seimbang, olahraga, mengatasi stres dan mengonsumsi suplemen yang mengandung asam folat, seperti susu untuk ibu hamil, agar Ibu dapat memiliki bayi sehat sebagai generasi penerus bangsa.

    Tanda Kehamilan yang Wajib Ibu Ketahui

    Tanda kehamilan yang Wajib Ibu KetahuiPertanda awal kehamilan sering tidak disadari oleh para Ibu hamil karena menyerupai tanda-tanda menjelang menstruasi.
    Tanda kehamilan antara ibu hamil yang satu dengan yang lainnya tidak sama. Bahkan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh seorang ibu pada saat mengandung anak pertama dapat berbeda dengan yang dialami pada kehamilan anak kedua dan seterusnya. Tanda kehamilan pada minggu-minggu awal sering tidak disadari oleh ibu hamil karena menyerupai tanda-tanda tubuh menjelang menstruasi. Walau demikian, tanda kehamilan yang paling umum dikenali adalah terlambatnya datang bulan.
    Berikut tanda kehamilan yang wajib Ibu ketahui Beberapa tanda kehamilan ini adalah tanda kehamilan yang sering dialami ibu hamil pada minggu-minggu pertama.
    Tanda kehamilan terlambat datang bulan Terlambatnya datang bulan adalah tanda kehamilan yang paling umum terjadi pada ibu hamil. Saat Ibu mengalami terlambat datang bulan dan untuk memastikan adanya kehamilan, Ibu dianjurkan untuk periksa ke dokter atau bidan. Walau ibu hamil dapat melakukan tes kehamilan sendiri di rumah dengan alat tes kehamilan khusus yang dijual di apotek atau toko obat, namun ibu hamil tetap perlu ke dokter atau bidan untuk memastikan kehamilannya.
    Tanda kehamilan keluarnya bercak darah (spotting) Tanda kehamilan berupa bercak darah ini terjadi karena adanya proses ‘perlekatan’ bakal janin ke dinding rahim, sehingga menyebabkan sedikit perdarahan. Sebagian ibu hamil akan merasa perutnya kencang/kram saat proses ini terjadi, namun sebagian ibu hamil lainnya tidak merasakan apa-apa.
    Selain tanda kehamilan bercak darah, kadang-kadang dapat ditemukan lendir kental berwarna keputihan yang keluar dari liang kemaluan/vagina. Ibu tidak perlu khawatir karena ‘keputihan’ selama kehamilan ini normal dan tidak memerlukan pengobatan. Yang perlu ibu waspadai, bila keputihan berbau tidak sedap dan disertai rasa terbakar atau gatal, apalagi disertai perubahan warna yang tidak biasanya. Apabila Ibu mengalami tanda-tanda tersebut, maka sebaiknya Ibu segera ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut, karena mungkin keputihan tersebut akibat dari infeksi bakteri atau jamur.
    Tanda kehamilan cepat lelah dan sakit kepala Sangat lelah tanpa sebab yang jelas dapat merupakan salah satu awal tanda kehamilan. Sebaiknya Ibu tidak mengatasi rasa lelah ini dengan mengonsumsi kafein yang berlebihan. ‘Dengarkanlah’ tubuh Ibu, dan berusaha rileks dan istirahat yang cukup. Konsumsilah makanan yang bergizi lengkap dan seimbang, termasuk mengandung protein dan zat besi, yang bermanfaat membantu mengatasi kelelahan selama kehamilan. Ibu pun dapat mengonsumsi susu untuk ibu hamil untuk melengkapi asupan gizi sehari-hari, karena susu mengandung zat gizi yang relatif lengkap.
    Peningkatan hormon pada tubuh ibu hamil dapat menyebabkan sakit kepala. Cobalah untuk rileks, atasi stres dan beristirahat. Minumlah air putih agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan dan lakukan olah raga ringan secara teratur agar Ibu tetap bugar selama kehamilan. Bila gejala sakit kepala tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter untuk dapat diperiksa dan ditangani dengan tepat.
    Tanda kehamilan penciuman lebih sensitif
    Beberapa aroma yang cukup tajam maupun aroma yang biasanya disukai Ibu sebelum hamil, misalnya parfum, justru dapat menyebabkan mual selama kehamilan. Ini merupakan salah satu tanda kehamilan, yaitu indera penciuman ibu hamil menjadi lebih sensitif. Yang dapat Ibu lakukan untuk menyiasatinya adalah hindari mencium aroma yang membuat Ibu mual dan membahayakan kesehatan, termasuk menghindari asap rokok yang tidak baik untuk kesehatan si Kecil dalam kandungan.
    Tanda kehamilan payudara bengkak dan lunak Pada minggu pertama hingga kedua, ibu hamil akan merasakan perubahan pada payudaranya, yang terasa lebih berat atau lunak saat disentuh dan mungkin terasa sedikit nyeri. Puting payudara akan tampak lebih menonjol dan daerah sekitar puting payudara, akan berwarna lebih gelap.
    Tanda kehamilan mual/morning sickness dan mengidam Tanda kehamilan mual dan muntah pada pagi hari atau dikenal sebagai morning sickness, biasanya dialami saat usia kehamilan 2-8 minggu. Beberapa ibu hamil mungkin tidak mengalami mual dan muntah sama sekali, namun ada pula yang mengalami mual selama kehamilannya.
    Selain mual, kadang-kadang Ibu mengidam makan makanan tertentu di luar kebiasaan, misalnya rujak, buah mangga muda, acar atau es krim. Mengidam dapat dijumpai sebagai tanda kehamilan pada awal usia kehamilan dan dapat berlangsung terus hingga usia kehamilan 9 bulan.
    Ibu hamil dapat mengalami semua tanda kehamilan seperti yang telah disebutkan di atas, namun ada yang hanya mengalami 1 atau 2 tanda kehamilan. Jika tanda-tanda kehamilan mengganggu Ibu, diskusikan dan rencanakan bersama dokter atau bidan mengenai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, sehingga kehamilan Ibu tetap sehat dan si Kecil di dalam kandungan pun tumbuh optimal.

    Rabu, 21 Agustus 2013

    Jus untuk Kebugaran Ibu Hamil

     Nutrisi Ibu selama kehamilan berpengaruh pada kesehatan si Kecil dalam kandungan. Nutrisi yang baik dan seimbang saat kehamilan memberikan efek positif bagi Ibu hamil maupun si Kecil, sehingga Ibu dapat melahirkan tanpa kesulitan dan perkembangan si Kecil pun optimal. Salah satu cara terbaik menyediakan nutrisi yang kaya akan gizi dan serat selama kehamilan adalah dengan mengonsumsi jus buah-buahan segar. Jus buah-buahan segar mengandung nutrisi yang seimbang dan merupakan sumber vitamin serta mineral yang alami dan baik bagi kesehatan tubuh.
    Berikut ini adalah beberapa tips dalam mengolah dan mengonsumsi jus selama kehamilan:
  • Pilihlah buah-buahan organik yang bebas pestisida. Waspadai sayuran dan buah-buahan yang disemprot antibiotik dan hormon serta pestisida yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang si Kecil. Banyak penelitian yang mengemukakan janin yang terpapar toksin dari makanan dapat mempengaruhi daya ingat (memori) dan kemampuan belajarnya di kemudian hari dapat terganggu.
  • Cucilah buah-buahan dan sayuran yang hendak Ibu jus di bawah air mengalir. Kupaslah lebih dulu, bila buah-buahan tersebut dapat dikupas. Potonglah bagian sayur yang rusak atau layu karena mungkin bakteri lebih mudah bersembunyi di bagian tersebut.
  • Jangan menggunakan sabun, deterjen atau cairan pemutih untuk mencuci buah-buahan dan sayuran. Gunakan sikat kecil untuk menghilangkan kotoran pada permukaan sayuran.
  • Minumlah jus sesering mungkin untuk mendapatkan nutrisi yang kaya akan gizi. Buah-buahan dan sayuran segar dapat menjadi pilihan kombinasi dalam jus Ibu tanpa khawatir kelebihan kalori.
  • Ibu dapat menambahkan jahe pada kombinasi jus untuk mengurangi rasa mual dan muntah atau morning sickness saat kehamilan. Selain itu, jahe juga dapat mengurangi gas dalam saluran cerna. Jahe dapat dikombinasikan dengan buah apel atau seledri.
  • Segera minum jus yang telah dibuat, karena nutrisi di dalamnya dapat segera hilang jika dibiarkan lama terpapar udara akibat teroksidasi, sehingga warna jus tidak segar lagi.

  • Berikut ini adalah contoh resep membuat jus untuk mengatasi rasa mual dan muntah (morning sickness) :
    3 buah apel
    3 batang seledri
    1 potong kecil ( kurang lebih 1 cm) jahe
    Masukkan semua bahan ke dalam blender bersama air dan tuangkan ke dalam gelas. Kombinasi jus ini hendaknya segera diminum setelah dijus. Bila Ibu menyukainya, jus campuran ini dapat diminum setiap hari.
    Nah, Ibu kini dapat mencoba mengombinasikan buah-buahan dan sayuran dalam jus yang akan dikonsumsi. Selain mendapat berbagai manfaat kandungan nutrisi dalam jus, Ibu dapat bereksperimen mengombinasikan berbagai buah dan sayuran yang Ibu suka. Selamat mencoba!

    Berpuasa Selama Hamil, Mengapa Tidak?

    Wanita hamil sebetulnya diperbolehkan untuk tidak berpuasa, tetapi jika tetap ingin berpuasa selama hamil, perhatikan asupan makanan agar kebutuhan zat gizi Ibu dan janin tetap terpenuhi.
    Saat hamil Ibu boleh berpuasa, asalkan asupan makanan mencukupi. Tips saat sahur, berbuka, dan jenis makanan yang dapat menambahkan stamina untuk berpuasa.
    Pada prinsipnya, jika sehat dan tidak ada komplikasi, ibu hamil bisa berpuasa, terlebih jika usia kehamilannya sudah memasuki trimester kedua. Jika Ibu berniat untuk tetap berpuasa selama kehamilan kali ini, pastikan bahwa sebelumnya Ibu sudah berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan menyarankan supaya Ibu tidak terlalu capek dan sering-sering beristirahat di siang hari, serta memperhatikan asupan zat gizi dan kalori ketika berbuka maupun sahur.
    Berikut beberapa tips aman dan nyaman berpuasa saat hamil :
    Asupan zat gizi
    Bagi ibu hamil yang memasuki usia kehamilan trimester ke-2 dan ke-3, maka asupan hariannya perlu ditambah sebanyak :
    • energi : 300 kalori
    • karbohidrat : 4 gram
    • lemak : 10 gram
    • protein : 11-20 gram
    • serat 4 gram
    dari kebutuhan dasar sesuai kelompok umur.
    Cukup minum
    Untuk menghindari dehidrasi, usahakan untuk minum sekitar 1,5-2 liter air di antara waktu buka dan sahur. Hindari minuman berkafein seperti teh dan kopi. Susu bagi ibu hamil dapat dikonsumsi sebanyak 2 gelas sehari untuk mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi.
    Saat berbuka
    Mulailah dengan minuman hangat dan makanan ringan, seperti buah atau jus buah segar. Kurangi konsumsi makanan/minuman yang manis. Setelah shalat Magrib, makanlah menu lengkap rendah lemak yang terdiri dari nasi, lauk pauk, dan sayur mayur. Sesudah tarawih, Ibu boleh mengonsumsi cemilan sehat seperti roti gandum isi telur rebus & sayuran, pasta, atau salad buah/sayur.
    Saat sahur
    Untuk sahur, pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama, yaitu makanan-makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi, biji-bijian dan umbi-umbian. Lengkapi dengan makanan kaya serat, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan, untuk membantu mencegah sembelit.
    Cukup istirahat
    Kurangi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra dan istirahat lebih banyak daripada biasanya.
    Vitamin dan mineral
    Perbanyak asupan sayuran hijau, hati, daging, telur dan kacang-kacangan sebagai sumber asam folat dan zat besi. Tambahkan segelas susu saat sahur dan sebelum tidur sebagai sumber kalsium serta berbagai vitamin dan mineral lainnya.
    Waspada
    Segera batalkan puasa jika Ibu mengalami muntah, merasa lemas/pusing dan mata berkunang-kunang, berkeringat dingin, atau keluhan lainnya. Sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami keluhan tersebut.

    Selasa, 20 Agustus 2013

    Mewaspadai Hamil Anggur

    Hamil anggur atau dikenal dalam istilah medis dengan mola hidatidosa merupakan ‘kegagalan’ dalam kehamilan. Karena adanya kesalahan genetik saat proses pembuahan sel telur oleh sperma, maka plasenta dan janin tidak berkembang normal. Namun, walau proses kehamilan ini tidak berkembang sebagai janin, Ibu akan tetap menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Hamil anggur terjadi 1 diantara 1.000 kehamilan, yang berarti 999 wanita hamil di antara 1.000 orang tidak memiliki masalah ini.
    Apa yang terjadi pada hamil anggur? Proses abnormal yang terjadi saat pembuahan menyebabkan jutaan sel-sel yang merupakan asal muasal plasenta, atau dalam istilah medis disebut sel trofoblas, berkembang tidak sebagaimana mestinya. Sel-sel ini akan membentuk kantung-kantung berisi cairan atau disebut sebagai kista yang berkelompok sehingga menyerupai bentuk buah anggur.
    Beberapa hal di bawah ini merupakan faktor yang mungkin dapat menyebabkan risiko hamil anggur meningkat:
    • Umur Ibu saat hamil lebih dari 35 tahun.
    • Pernah mengalami hamil anggur pada kehamilan sebelumnya.
    • Pernah mengalami keguguran .
    • Diet makanan Ibu rendah karoten yang didapat dari vitamin A.

    Apa saja gejala hamil anggur yang perlu diwaspadai? Karena gejala dan tanda hamil anggur serupa dengan kehamilan normal seperti terlambat datang bulan, adanya mual dan muntah (morning sickness), kadang-kadang Ibu tidak menyadari kehamilan yang dialami adalah hamil anggur. Namun demikian ada beberapa tanda hamil anggur yang umum terjadi, diantaranya:
    • Perdarahan dari vagina.
    • Rahim membesar lebih dari ukuran kehamilan normal.
    • Mual muntah hebat.
    • Adanya tanda-tanda hipertiroid, seperti mudah capai dan gelisah, detak jantung berdebar dan sering berkeringat.
    • Rasa tidak nyaman pada panggul.
    • Keluarnya jaringan menyerupai anggur dari vagina, yang merupakan salah satu tanda pasti terjadinya hamil anggur.

    Hamil anggur ada 2 jenis, yaitu mola sempurna dimana tidak ada jaringan plasenta yang normal sama sekali dan tidak ada janin. Rahim Ibu dipenuhi oleh masa atau tumor yang terdiri dari sel-sel yang berkembang tidak normal. Tipe yang kedua adalah mola sebagian, dimana masih terdapat jaringan plasenta normal dan kadang-kadang terdapat janin namun perkembangannya tidak normal dan biasanya tidak mampu bertahan hingga usia kehamilan 3 bulan. Pada kasus yang langka, dapat terjadi kehamilan ‘kembar’, yaitu terdapat janin yang normal dan mola secara bersamaan.
    Walau hamil anggur tidak tergolong dalam keganasan, namun harus diambil tindakan kuret yang dilakukan oleh dokter ahli kandungan. Setelah tindakan kuret dilakukan, beberapa sel yang tertinggal dalam rahim sebagian besar akan mati dengan sendirinya. Ibu yang telah menjalani tindakan kuret, secara rutin harus melakukan pemeriksaan dan pemantauan kadar hormon human chorionic gonadotrophin/ HCG yang diproduksi oleh sel mola. Kadar HCG dapat dideteksi dari urin dan darah. Ibu dianjurkan untuk tidak hamil terlebih dahulu hingga kadar hormon ini kembali normal dan biasanya dalam 2 bulan ke depan, namun bisa juga hingga 1 tahun. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah mola tetap ada atau pada kasus yang jarang dapat terjadi keganasan. Bila terjadi keganasan, tindakan terapi yang diperlukan adalah kemoterapi dan cukup berhasil pada semua kasus keganasan mola.
    Untuk itu, sangat penting bagi Ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan di awal kehamilan secara rutin ke dokter atau bidan, sehingga bila ada gangguan, dapat ditangani dengan segera. Walau hamil anggur cukup menimbulkan kesedihan dan kekhawatiran pada Ibu, namun dengan bimbingan, konsultasi dan pengobatan dokter niscaya Ibu akan pulih kembali.
     

    Larangan Makanan Ibu Hamil

    Ibu hamil memerlukan asupan makanan yang sarat dengan gizi atau nutrisi. Makanan bergizi tersebut diperlukan untuk kesehatan Ibu dan kesehatan bayi yang tengah tumbuh di dalam rahim Ibu. Namun ada beberapa makanan yang perlu Ibu hindari. Dengan memahami makanan apa yang perlu dihindari selama kehamilan, Ibu dapat membuat pilihan sehat bagi Ibu sendiri maupun bayi.
    Kehamilan juga dapat mempengaruhi sistem daya tahan tubuh Ibu dan bayi, jadi Ibu menjadi lebih rentan terhadap bakteri, virus dan parasit yang dapat menimbulkan penyakit yang diakibatkan oleh makanan. Walau kadang Ibu tidak merasakan gejalanya, misalnya adanya bakteri Listeria dan parasit toksoplasma, namun dapat menginfeksi bayi dan menyebabkan gangguan kesehatan dan perkembangannya. Bayi pun peka terhadap makanan yang Ibu makan, misalnya saja terhadap kadar merkuri yang terkandung dalam beberapa jenis ikan.
    Tak dipungkiri seafood merupakan salah satu sumber protein yang baik, begitu pula dengan kandungan asam lemak omega-3 yang ada pada banyak ikan dapat membantu meningkatkan perkembangan bayi Ibu. Namun ada beberapa ikan yang mengandung merkuri dalam kadar tertentu. Merkuri yang berlebihan dapat mengganggu proses perkembangan sistem saraf bayi.
    Ikan yang perlu dihindari oleh ibu hamil sesuai anjuran badan pengawas makanan dan obat Amerika (The food and Drug Administration /FDA) dan agen proteksi lingkungan (Environtmental Protecion Agency/EPA), antara lain: ikan hiu, ikan todak/cucut (swordfish), makarel raja, dan tilefish yang kurang terkenal di Indonesia.
    Ada beberapa ikan yang dikemas dalam kaleng, menurut FDA dan EPA, ibu hamil dapat mengonsumsi 340 gram ikan per minggunya. Hal ini sama dengan rekomendasi Dietary Guidelines for Americans (2010), 8-12 ounces seafood per minggu. Ukuran tersebut dapat diperkirakan menjadi dua porsi makan dari pilihan udang, kepiting, salmon, kod, catfish, dan ikan tuna (steak ikan tuna sebaiknya tidak melebihi 170 gram per minggu).
    Hindari konsumsi ikan yang tidak dimasak atau dalam keadaan mentah (sushi), karena makanan ini kemungkinan mengandung parasit atau bakteri tertenu. Sebaiknya konsumsi ikan yang dimasak hingga suhu sekira 650 C.
    Kadang saat Ibu membuat kue kering/kukis dan mencoba adonan mentahnya, perlu waspada karena adonan mentah ini mungkin mengandung bakteri salmonella yang dapat mengganggu saluran cerna.
    Selain itu, keju mentah atau keju yang terbuat dari susu tidak dipasteurisasi kemungkinan juga mengandung bakteri E. coli dan Listeria. Sebelum mencoba keju-keju ini, sebaiknya ibu membaca label pada kemasan dan pastikan keju terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi.
    Ibu ingin minum susu? Untuk itu, Ibu harus memilih susu yang sudah dipasteurisasi. Karena bila tidak dipasteurisasi, susu tersebut kemungkinan mengandung bakteri Campylobacter, E. coli, Listeria dan Salmonella yang dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna Ibu dan kesehatan si Kecil.
    Daging seperti sapi, ayam, dan kambing, yang tidak dimasak dengan baik, dapat mengandung bakteri E. coli. Jadi, pastikan sebelum dimakan, daging-daging lezat ini harus dimasak hingga matang benar.
    Pate atau olesan yang mengandung daging yang biasanya menjadi olesan untuk roti atau sandwich bila tidak disimpan dalam lemari es, dapat mengandung bakteri listeria. Wanita hamil yang terkena infeksi bakteri listeria dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran dan infeksi berat saat si Kecil lahir.
    Begitu pula dengan telur. Telur yang tidak dimasak dengan baik atau matang, dapat mengandung Salmonella. Ingin makan telur? Sebaiknya ibu memasaknya dengan matang hingga kuning telurnya cukup matang.
    Sayuran mentah atau kecambah/taoge yang tidak dimasak dapat mengandung bakteri E. coli dan Salmonella. Masak dengan benar sayuran bila ibu ingin mengonsumsinya.
    Produk susu dan olahannya seperti susu skim, keju mozzarella dan keju cottage, bisa menjadi salah satu makanan bergizi. Namun ingat, bila semua produk ini tidak dibuat dari susu yang dipasteurisasi, sebaiknya Ibu tidak mengonsumsinya karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
    Dengan demikian, maka Ibu tentu sebaiknya memperhatikan makanan yang Ibu konsumsi demi kesehatan Ibu dan si Kecil dalam kandungan.

    Bila Bayi Menendang dalam Rahim Ibu



     




    Tak terasa kehamilan Ibu berjalan dengan lancar. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, Ibu akan mulai merasakan gerakan si Kecil dalam rahim, yang seakan ingin memberikan tanda ketidaksabarannya untuk segera lahir ke dunia dan melihat raut wajah ibunya.
    Gerakan janin tersebut tidak hanya berupa tendangan. Kadang janin berputar, bergeser, sekadar bergoyang, kadang meninju dengan kepalan tangannya yang mungil, dan bahkan saat bayi cegukan, Ibu bisa merasakan semuanya. Ibu pun akan merasakan, janinnya tumbuh dengan penuh energi.
    Berbagai gerakan janin itu kadangkala tidak hanya membuat Ibu bahagia, tetapi juga bercampur rasa khawatir dan akhirnya muncul berbagai pertanyaan, apakah tendangan bayiku ini cukup normal atau malah berlebihan? Gerakan yang dilakukan bayi memiliki keunikan masing-masing dan berbeda antara bayi satu dengan yang lainnya. Gerakan bayi juga cukup beragam dan muncul pada waktu yang berbeda pula, dan biasanya bayi yang tumbuh sehat akan lebih sering bergerak dalam rahim Ibu. Dengan cara ini, Ibu juga dapat mengenali bila gerakan bayi menurun/berkurang.

    Ibu yang memiliki perawakan kurus mungkin akan merasakan gerakan bayinya lebih awal dibandingkan dengan Ibu yang memiliki perawakan lebih gemuk. Ibu akan mulai merasakan ‘tendangan’ bayi saat memasuki usia kehamilan antara 16-22 minggu, walau bayi mulai bergerak saat berusia 7 atau 8 minggu, dan mungkin Ibu sudah melihat ‘aksi akrobatiknya’ saat dokter melakukan pemeriksaan ultrasonografi.
    Pada usia kehamilan 5 bulan, Ibu akan merasakan bayinya ‘gelisah’ atau sekadar menggeliat. Namun gerakan itu akan semakin terasa saat bayi sedang melakukan 'akrobat' dan terasa tendangannya semakin kuat karena otot-otot kecilnya sudah semakin kuat dan keterampilan sistem motoriknya pun sedang berkembang. Ibu yang menjalani kehamilan pertama kali biasanya dapat merasakan gerakan bayi antara kehamilan 18-24 minggu. Namun ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi cepat tidaknya Ibu merasakan gerakan tersebut, yaitu berat badan Ibu, lokasi plasenta dan berapa kali sudah pernah hamil sebelumnya (Ibu dapat mengenali dengan lebih baik pada kehamilan berikutnya).
    Saat melakukan kegiatan rutinitas sehari-hari dapat membuat bayi terbuai dan tertidur. Saat Ibu beristirahat atau setelah makan, Ibu akan merasakan aktivitas si bayi. Biasanya setelah makan, lonjakan kadar gula dalam darah akan memberikan energi pada bayi, atau saat ibu cemas (akibat efek adrenalin) juga akan berdampak sama. Saat Ibu rileks, Ibu akan merasakan si bayi sedang ‘terbangun’.
    Mulai menghitung
    Saat memasuki kehamilan trimester 3 atau usia kehamilan bulan ke 7, dokter akan menganjurkan Ibu meluangkan waktu setiap hari untuk menghitung tendangan si bayi. Pilih waktu saat Ibu merasakan bayi paling aktif. Duduk tenang atau berbaring di salah satu sisi, sehingga perhatian Ibu tidak mudah teralihkan. Hitung semua gerakannya seperti tendangan, meninju dan saat tubuh bayi bergerak. Jika dalam satu jam, bayi tidak melakukan 10 gerakan, coba Ibu mengonsumsi camilan, jus buah, berbaring atau berjalan-jalan sekira 5 menit guna ‘membangunkan’ si bayi. Jika hanya terasa 10 gerakan bayi atau kurang dalam waktu lebih dari 2 jam, konsultasikan dengan dokter.